Minggu | 29 November 2020 |
×

Pencarian

KARIMUN

‘Saya Jawab Lupa, Polisi Bilang Kok Lupa, Diterangkan Tak Diterima’, Kata Wanita di Rutan Karimun Dituduh Gelapkan Uang oleh Pengusaha Ternama

MEDIAKEPRI.CO.ID, Karimun – Ratih (30), dari balik jeruji di rumah tahanan (rutan) Tanjung Balai Karimun mengaku bingung.

Ibu satu anak berusia 3 tahun jadi warga binaan di rutan karena seorang pengusaha ternama di Karimun menuduh dirinya menggelapkan uang perusahaan. Tak tanggung-tanggung, nilai uang perusahaan yang digelapkan sebesar Rp273 juta.

Loading...

Saat dilakukan pemeriksaan awal, Ratih tidak mengakui adanya penggelapan uang perusahaan dengan nilai uang yang dituduhkan kepadanya. Namun, ia tetap dipaksa untuk mengakui kejahatan yang tak dilakukannya.

“Saya sudah tidak sanggup lagi. Apapun yang disampaikan, saya ia kan saja. Soalnya apapun yang saya sampaikan sepertinya tidak ada gunanya. Saya jawab lupa polisi bilang kok lupa, saya terangkan tidak diterima,” ucap Ratih kepada wartawan, Jumat, 6 April 2018.

Ratih menceritakan, awal kejadian adanya tuduhan dirinya menggelapkan uang perusahaan bermula pada 10 Februari 2018 siang. Saat itu, ia ditelpon salah seorang supervisor ditempat ia bekerja bernama Sandi. Saat itu, ia ditanya tentang tagihan dan menyuruhnya datang ke kantor.

Selang sepuluh menit usai dipanggil managemen di tempat ia bekerja, sekira pukul 12.30 WIB, Polisi langsung tiba di kantornya dan langsung melakukan pemeriksaan terhadap Ratih. Kemudian, selang 5 jam dirinya langsung digiring ke polsek Tebing.

Loading...

Ratih mengaku langsung diperiksa kembali dan menunjukkan berbagai bukti yang diadukan oleh pengusaha tersebut, namun dirinya tetap membantah tidak melakukan perbuatan tersebut.

Besok harinya pemeriksaan dilakukan kembali, dirinya merasa semakin bingung karena penyidik terus melakukan desakan terkait yang dituduhkan, namun dalam pemeriksaan ini nilainya langsung turun fantastis menjadi Rp16 juta.

“Saya harus bagaimana? Begitu ada kejadian ini, polisi sudah langsung ada dan saya tidak ada kesempatan untuk menjelaskan,” katanya sambil meneteskan air mata.

Ratih mengaku pasrah akan nasip yang menimpanya. Dirinya hanya berharap agar mendapat keadilan dari para penegak hukum, karena ia menyadari orang tidak mampu seperti dirinya tidak akan sanggup melakukan perlawanan karena disadari orang yang melaporkannya merupakan salah satu pengusaha terbesar di Kabupaten Karimun

“Saya memang berharap keadilan ada, tapi waktu saya di periksa di kantor tempat bekerja, bos saya sudah mengancam saya “Kamu mau dilaporkan di mana? kamu tinggal pilih” kata Ratih menirukan ucapan pengusaha tersebut. (kmg/ian)

Loading...
Loading...