BATAM

Warga Sei Binti, Sagulung Batam Bakar Diri Kritis, Akhir dari Menuntut Hak, Nekat Korbankan Nyawa

Jumat | 04 Mei 2018 | 13:17

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – Marianus, warga Perumahan Litrade adalah satu dari sekian warga yang berjuang untuk menuntut hak. Berbagai cara dan pola yang dimainkan pemilik lahan di Sei Binti yang dikuasai pengembang atas nama PT Anugrah Sentosa.

Lelaki ini merasa masih memiliki hak atas sebahagian lahan yang sebelumnya dijadikan untuk tempat bercocok tanam. Namun belum ada kata sepakat, pengembang sudah ingin menguasai lahan tersebut.

Warga yang naas ini terus berjuang atas haknya. Akhirnya, ia melawan dengan caranya. Senin, 3 April 2018 pagi, ia menyambut kedatangan pengembang yang akan melakukan penggusuran lahannya. Dengan berbekal sebotol bensin, menyiramkan tubuhnya dengan bensin. Lebih parahnya, jika tidak dilakukan ganti rugi maka ia nekat membakar dirinya.

Belum ada kata positif negatif tentang tuntutannya, sekujur tubuh korban yang sudah berbau bensin itu tersambar api kompor yang tidak jauh dari tempatnya berdiri. Teriakan jerit kesakitan sambil berguling-guling ditanahpun tak dapat dihindari. Akhirnya, kulitnya pun melepuh dimakan api. Lalu warga membawanya ke Rumah Sakit Umum Daerah Embung Fatimah.

Sesampainya di rumah sakit, tim medis langsung bekerja. Namun luka bakar sekujur tubuhnya mengancam diri korban. Kondisi akibat luka bakar itu semakin memburuk. Dan korban kondisinya semakin kritis.

Kapolsek Sagulung, AKP Yuda Surya mengatakan, saat ini pihaknya tengah memintai keterangan dari pihak perusahaan pemilik lahan yang ditempati oleh korban.

“Penyidikan masih berlanjut, kita sedang mendalami keterangan dari pihak perusahaan,” ungkap Yuda kepada BatamPro.id. (elin/andi)

Editor :