TOKOH

Sosok yang Pada Masa Kolonial Ini Fokus Kembangkan Dunia Pendidikan Islam di Indonesia

Minggu | 06 Mei 2018 | 8:01

Abdul Kahar Muzakir Rektor Pertama UII

MEDIAKEPRI.CO.ID – Prof. KH. Abdoel Kahar Moezakir atau ejaan baru Abdul Kahar Muzakir, adalah Rektor Magnificus yang dipilih Universitas Islam Indonesia (UII) yang pertama dengan nama STI. Ia menjabat sebagai rektor UII selama dua periode yaitu sejak 1945 – 1948 dan 1948 – 1960. Abdul Kahar Muzakir juga merupakan anggota BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia).

Tokoh Islam yang pernah menjadi anggota Dokuritsu Zunby Tyoosakai (Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia) ini pula yang tetap dipertahankan ketika UII dihadirkan sebagai pengganti STI pada 4 Juni 1948. Pada masa sekarang ia diusulkan untuk dianugerahi gelar pahlawan nasional.

Ia lahir di Yogyakarta pada tahun 1908. Abdul Kahar melanjutkan pendidikan pesantren di Mambaul Ulum di Solo. Sementara itu, pendidikan lanjutannya ia selesaikan di pesantren Jamsaren di Jawa Tengah dan Pesantren Tremas di Jawa Timur, tempat terakhir pendidikan formalnya di Indonesia.

Pada tahun 1925, saat ia masih berusia 16 tahun, Abdul Kahar melanjutkan pendidikannya di Kairo, Mesir. Di Kairo ia memasuki Darul Ulum sebuah fakultas baru pada Universitas Fuad (sekarang Kairo), dan lulus dari Universitas tersebut pada tingkat lanjut dalam Hukum Islam, Ilmu Pendidikan, Bahasa Arab dan Yahudi tahun 1936.

Sepulangnya ke Indonesia, Abdul Kahar sudah mulai terjun ke dalam dunia politik Indonesia. Ia bergabung dengan Partai Islam Indonesia (PII) saat usianya menginjak 28 tahun. Di PII ia terpilih menjadi salah satu komisaris hingga tahun 1941.

Ketika masih pada pendudukan Jepang, Abdul Kahar menjabat sebagai Wakil Ketua di Departemen Agama. Abdul Kahar juga pernah menjabat sebagai Dewan Penasehat Pusat, yang kemudian membawanya berada di Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI), mewakili organisasi Islam.

Dua bulan menjelang kemerdekaan Ia menjadi subkomite BPUPKI, dan bersama 9 anggota lainnya, termasuk Soekarno dan Hatta, ia ikut menandatangani “Piagam Jakarta”, Mukaddimah tidak resmi Undang-Undang Dasar 1945.

Setelah masa kolonial, Abdul lebih berfokus pada perkembangan serta memajukan dunia pendidikan (tinggi) Islam di Indonesia. Abdul memiliki peran besar dalam pendirian Sekolah Tinggi Islam (STI), ketika menjelang berakhirnya masa pendudukan Jepang. Ia pula yang akhirnya bersama Moh. Hatta memimpin lembaga pendidikan ini.

Hatta berperan sebagai direktur Badan Usahanya, dan Abdul merupakan rektor pertamanya. Pada tahun 1946, STI dipindahkan ke Yogyakarta. Yang kemudian pada tanggal 10 Maret 1948 berganti nama menjadi Unversitas Islam Indonesia (UII). Selain itu, beliau juga pernah ikut berpartisipasi mendirikan Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri Yogyakarta, yang sekarang dikenal sebagai IAIN Sunan Kalijaga itu.

Bagi UII, ia mempunyai arti amat penting. Selain memang ia sendiri termasuk pendirinya, Prof. Abdul Kahar Muzakkir merupakan orang pertama dan terlama yang pernah memegang jabatan rektor yang dipegangnya selama tak kurang dari 12 tahun (1948–1960).

Abdul Kahar Muzakir meninggal dunia di Yogyakarta pada tahun 1973 dalam usia 65 tahun. Ia meninggal karena serangan jantung.

sumber: wikipedia.org/tirto.id

Editor :