PRESTASI

BRAVO… 7 Karya Robot Mahasiswa UNIKOM Raih Mendali di Amerika

Senin | 07 Mei 2018 | 18:32

MEDIAKEPRI.CO.ID, Bandung – Mahasiswa Universitas Komputer (Unikom) Bandung lagi-lagi mengukir prestasi kompetisi robot skala internasional. Kali ini perwakilan Unikom berhasil menyabet empat medali emas, satu perak dan dua perunggu dari tujuh kategori lomba yang diikuti.

Unikom mewakili Indonesia bersama puluhan negara peserta mengikuti kompetisi robot di Amerika Serikat yang berlangsung mulai tanggal 27 – 29 April 2018. Unikom mengikuti tujuh kategori dari 12 robot yang diboyong ke negeri Paman Sam.

Tujuh kategori robot yang diikuti oleh mahasiswa Unikom ini yaitu Autonomous Robomagellan, Open Fire Fighting robot, Open Walker Challenge, Open Table Top Navigation, Open Ribbon Climber, Beam Photovore dan Beam Speeder.

“Setiap tahun mengikuti kompetisi (robot), ini tahun ke 9 bagi Unikom. Riset dilakukan oleh mahasiswa-mahasiswa dari jurusan teknik elektro, jurusan teknik komputer dan jurusan teknik informatika,” kata dosen pembimbing divisi robot Unikom Taufiq Nuzwir di Unikom, Jalan Dipatiukur, Kota Bandung, Senin, 7 Mei 2018.

Berkat riset mendalam dan pengalaman Unikom mengikuti kompetisi robot skala internasional, Indonesia kembali unjuk gigi di negara lain. Unikom lewat putra putri terbaiknya berhasil menggondol empat emas, satu perak dan dua perunggu.

“Tahun ini merupakan pencapaian terbaik kami dengan empat emas. Tahun-tahun sebelumnya paling banyak tiga emas kita bawa pulang,” tutur dia.

Salah satu robot bernama DU 114 P18 diganjar medali emas setelah mengguli tuan rumah dengan medali perak dan perwakilan Mesir medali perunggu. Prototype robot pendeteksi dan pemadam api ini berhasil memukau juri Robogames 2018.

Salah seorang perancang robot DU 114 P18 Gyan Aditya mengatakan dalam kompetisi kali ini terdapat maket rumah yang di dalamnya terdapat tujuh lilin. Kemudian robot setiap peserta secara bergantian beroperasi menemukan titik api.

Berbekal teknologi ultrasoni dan Uvitron yang disematkan, robot ciptaan dua mahasiswa jurusan teknik elektro ini mampu menemukan titik api dengan cepat. Sang robot mampu melewati setiap rintangan-rintangan menuju titik api.

“Teknologi yang ada di robot ini mampu mendeteksi keberadaan api dengan cepat. Robot ini juga bisa membedakan antara api dengan cahaya atau suhu panas,” tutur dia.

“Robot prototype ini juga berfungsi memadamkan api kecil seperti lilin. Karena dibekali kipas. Ke depannya bisa dikembangkan dengan dibekali air. Saat ini prototype yang kami ciptakan 90 persen bahan lokal,” menambahkan.

Robot yang membutuhkan waktu pengerjaan selama tujuh bulan ini bertujuan untuk membantu kerja petugas pemadam kebakaran ke depannya. Sebab, sambung dia, tak jarang petugas pemadam kebakaran gugur saat memadamkan si jago merah.

“Tentu robot ini ke depannya untuk mengurangi risiko kematian petugas kebakaran,” ujar Gyan. (***)

sumber: detik.com

Editor :