KRIMINALITAS

Tragis Pria Kurang Waras Ini Ngamuk Di Rumah Sekdes, Balita Tewas Dibacok dan Dua Warga lainnya Luka Parah

Selasa | 08 Mei 2018 | 6:32

Termasuk Menewaskan Seorang Balita

MEDIAKEPRI.CO.ID, Tapaktuan -Tragis, Begitulah gambaran insiden berdarah yang terjadi di Desa Mersak, Kecamatan Kluet Tengah, Kabupaten Aceh Selatan, Sabtu, 5 Mei 2018 malam sekitar pukul 20.15 WIB.

Seorang pria yang disebut-sebut mengalami gangguan jiwa mengamuk dan membakar rumah sekdes, membunuh seorang anak berusia 2,5 tahun serta melukai dua warga lainnya.

Informasi yang dihimpun Serambi dari berbagai sumber termasuk dari pihak kepolisian menyebutkan, pelaku yang bernama Matraten (60) akhirnya meninggal dunia di RSUD Yulidin Away Tapaktuan.

Belum ada penjelasan resmi dari pihak terkait mengenai penyebab meninggalnya pelaku, namun beberapa kalangan menduga akibat diamuk massa pasca-insiden tersebut.

Kapolres Aceh Selatan, AKBP Dedi Sadsono ST melalui Kasat Reskrim Iptu M Isral SIK kepada Serambi, Ahad, 6 Mei 2018 menceritakan kronologis insiden mengerikan tersebut.

Menurut Kasat Reskrim Polres Aceh Selatan, pada Sabtu, 5 Mei 2018 malam sekira pukul 20.00 WIB, Matraten tiba-tiba menuju ke rumah Sekreteris Desa (Sekdes) Mersak, Husidin yang berseberangan jalan dengan rumah pelaku.

Pelaku menuju ke rumah sekdes sambil membawa parang, bensin, dan korek api. Di depan pintu, dengan nada tinggi pelaku menanyakan kemana sekdes.

Tak ada laporan siapa yang ada di dalam rumah sekdes waktu itu. Tiba-tiba pelaku langsung menyiramkan bensin ke sepeda motor Scopy milik sekdes yang parkir di ruang depan. Pada detik-detik berikutnya pelaku menyulut api dengan korek api yang dibawanya. Dalam tempo singkat, api berkobar hebat.

Saat api berkobar, pelaku melihat seorang anak berusia 2,5 tahun bernama Paras, yang disebut-sebut cucu Sekdes Husidin bermain di depan rumah. Tak ayal, balita ini menjadi sasaran amukan. Parang di tangan pelaku dibacokkannya ke kepala balita tersebut hingga luka parah. Balita tak berdosa ini akhirnya meninggal dunia di Puskesmas Kluet Tengah.

Menurut saksi mata, sebagaimana dikutip oleh Kasat Reskrim Polres Aceh Selatan, setelah membacok balita, warga berusaha mengamankan pelaku dan merebut parang di tangannya. Namun pelaku semakin kalap sambil mengibaskan parang ke arah warga yang mendekat. Akibatnya dua warga Gampong Mersak mengalami luka bacok yang cukup parah, yaitu Zulkifli alias Gadong (60), dan Saiful (40). Zulkifli mengalami luka robek di kepala sedangkan Saiful luka sayat di dagu dan leher.

Setelah berjuang keras akhirnya pelaku berhasil diamankan oleh masyarakat. Dalam waktu bersamaan masyarakat juga berhasil memadamkan api yang sempat membakar ruangan depan rumah Sekdes Mersak.

Beberapa warga Kemukiman Manggamat, Kecamatan Kluet Tengah, Aceh Selatan yang ditanyai Serambi membenarkan pelaku pembakar rumah Sekdes Mersak dan membacok seorang balita hingga tewas serta melukai dua lainnya mengalami gangguan jiwa dan sudah pernah dirawat di rumah sakit jiwa.

“Benar, menurut warga sekitar pelaku mengalami gangguan jiwa dan sudah pernah dirawat di rumah sakit jiwa,” kata seorang sumber Serambi di Kemukiman Manggamat.

Menurut sumber tersebut, pelaku membacok Zulkifli alias Gadong (60), dan Saiful (40) karena berusaha menangkap pelaku saat ingin melarikan diri. Sedangkan Paras (2,5 tahun), yang dibacok saat bermain di depan rumahnya, dipergoki pelaku saat berusaha kabur.

Sekitar pukul 20.45 WIB, setelah membakar dan membacok tiga korban, pelaku berhasil diamankan dan dibawa ke rumahnya untuk menghindari amukan massa sambil menunggu pihak keamanan datang ke lokasi. Selanjutnya, pada pukul 21.00 WIB, pelaku dibawa ke Polsek Kluet Tengah.

Sumber-sumber lain menyebutkan, sebelumnya pelaku menetap di Desa Lawe Melang, Kecamatan Kluet Tengah dan kemudian pindah ke Desa Mersak, tempat tinggal orang tuanya. Tak ada yang tahu pasti status keluarga pelaku namun ada yang menyebutkan pelaku sudah berkeluarga dan memiliki anak.(***)

sumber: tribunnews.com

Editor :