BATAM

Dongkrak Ekonomi Kepri, Batam Semakin Mantap Dijadikan Kota Wisata

Jumat | 11 Mei 2018 | 4:13

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – Batam semakin mantap dijadikan kota wisata. Hal ini terbukti dari tumbuhnya sektor penyediaan akomodasi dan makan minum pada triwulan pertama 2018 ini.

Sektor yang berkaitan dengan perhotelan dan restoran tersebut dicatat tumbuh 18,40 persen, dan ini merupakan pertumbuhan tertinggi dari seluruh sektor pencapaian di Kepri.

Dengan tumbuhnya sektor penyediaan akomodasi dan makan minum ini, maka mendongkrak pertumbuhan perekonomian Kepri yang semula 2,5 persen menjadi 4,47 persen pada triwulan pertama 2018.

Peningkatan pertumbuhan itu pun disambut baik oleh seluruh lapisan masyarakat, tak terkecuali Ketua Komisi II DPRD Batam, Edward Brando. Mulai dari efek yang diterima masyarakat secara langsung dalam bentuk adanya gerakan ekonomi, dalam hal akomodasi, transportasi, jasa pariwisata.

Begitu juga dengan efek langsung yang didapat pemerintah dari pendapatan pajak hiburan yang tentu memberikan sumbangsih besar atas Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Memang pariwisata memberikan multi efek, disatu sisi masyarakat bisa menikmati, begitu juga dengan pemerintah melalui PAD, jadi saya kira tepatlah sektor pariwisata ini,” kata Edward.

Menurutnya, apa yang dilakukan terhadap Batam, baik dari Pemerintah Kota (Pemko) Batam maupun Badan Pengusahaan (BP) Batam, sudah sangat tepat untuk menghadirkan kemajuan Batam di masa mendatang. Meskipun demikian, Pemko dan BP Batam juga harus tetap terus melakukan evaluasi terhadap beragam upaya yang dilakukan.

Pemko Batam yang dalam dua tahun belakangan memfokuskan pembangunan infrastruktur dinilai cukup membawa angin segar bagi dunia pariwisata Batam. Dengan semakin baiknya infrastruktur, maka akan membawa manfaat positif khususnya pada peningkatan kenyamanan penikmata pariwisata.

Begitu juga dengan banyak event pariwisata yang dilakukan BP Batam, dinilai memiliki andil untuk menghadirkan keceriaan untuk masyarakat, menunjukkan gairah Batam sebagai salah satu deatinasi wisata potensial untuk dikunjungi.

“Tepatlah pariwisata digalakkan, seperti Singapura dulu, mereka awalnya juga industri seperti Batam, namun sekarang bergeser ke pariwisata, tapi mereka mulai lebih dulu dan bisa kita lihat sekarang, puluhan juta wisatawan datang ke sana setiap tahun,” Kata Edward lagi.

Adapun beberapa catatan yang menurut Edward harus menjadi perhatian adalah pada persoalan kematangan dalam membangun dunia pariwisata. Ia menilai langkah baik yang telah berjalan harus disertai dengan profesionalisme sehingga menghasilkan output yang berkualitas.

Ia menilai apa yang terlihat di Batam akhir-akhir ini masih pada tahap yang belum menyentuh hal-hal yang seharusnya dimiliki dalam sebuah agenda pariwisata.

“Saya lihat event yang ada masih pada tataran kebudayaan, belum sampai menyentuh pada menarik keinginan penikmat pariwisata untuk datang dan menikmati event ini, masih boleh dikatakan amatir,” kata Edward lagi. (***)

sumber: batampro.id

Editor :