BATAM

PT King Shining Industri Dalam Bulan Mei Ini Segera Beroperasi Di Wiraraja Batam, Ratusan Pekerja Dibutuhkan

Jumat | 11 Mei 2018 | 6:00

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – PT King Shining Industri dalam bulan Mei ini, akan mewujudkan investasi tahap awalnya sebesar Rp 50 miliar, setelah mendapatkan dokumen Izin Investasi 3 Jam (i23J) di Mall Pelayanan Publik (MPP) akan memproduksi sol sepatu dengan orientasi ekspor.

Bagi BP Batam, kehadiran PT King Shining Industri merupakan investor asing kelima yang sudah lebih dulu masuk ke Batam dan telah menggunakan fasilitas i23J. Kelimanya masuk ke Batam pada bulan Januari-Maret 2018.

Masing-masing perusahaan menanamkan modal awal Rp50 hingga Rp60 miliar lebih. Total nilai investasi dari kelima investor asal Tiongkok tersebut mencapai Rp250 miliar lebih.

Letter of Intent (LOI) ditandatangani Yusmar Anggadinata Anggota 2/Deputi Bidang Perencanaan dan Pengembangan BP Batam dengan Mr Fang Fuquan dari Xiamen King Shining PT King Shining Industri, Penandatanganan itu disaksikan Akhmad Maruf Maulana, Ketua Umum Kadin Kepri sekaligus Presiden Direktur Wiraraja Group, Selasa, 8 Mei 2018.

Yusmar Anggadinata mengatakan bahwa kerja sama dengan elemen-elemen penting di Batam terhadap investasi sangat diperlukan oleh Batam untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Yusmar beserta rombongan berkunjung ke China sekaligus menjadi pembicara pada iven China Replast 2018.

Dalam kegiatan tersebut, BP Batam memberikan pemaparan dengan topik Kesempatan Berinvestasi di Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam. Investasi asing yang masuk ke Batam diprediksi akan terus bertambah dalam beberapa pekan ke depan.

” Saat proses pemasukan mesin – mesin produksi, dan untuk produksi sol sepatu ini akan mempekerjakan sekitar 200 orang,” jelas Yusmar.

Ketua Umum Kadin Kepri, Akhmad Maruf Maulana, mengatakan, beberapa investor lainnya segera menyusul datang ke Batam. Di antaranya, investor asal Amerika yang akan memproduksi konstruksi chip IC.

” Investor ini akan menempati lahan seluas 10 hektare dengan nilai investasi mencapai Rp1 triliun. Dalam waktu dekat akan datang ke Batam dan menggunakan fasilitas i23J,” ujarnya.

Setelah itu, investor dari Korea dan Jepang juga akan berkunjung ke Batam. Investor dari kedua negara tersebut telah menyatakan ketertarikanya berinvestasi di Pulau Batam.

Maruf menambahkan, masuknya para investor ke Batam merupakan salah satu upaya yang dilakukan BP Batam bersama Kadin Kepri untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi di wilayah ini. BP Batam telah menargetkan pertumbuhan ekonomi naik hingga 7% dalam dua tahun mendatang.

Dalam beberapa kunjungan promosi investasi yang dilakukan BP Batam bersama Kadin Kepri, sambung Maruf, pihaknya juga menyampaikan keistimewaan dan keunggulan yang dimiliki Batam kepada para investor asing.

” Kami menyampaikan keistimewaan dan keunggulan yang dimiliki Batam kepada para investor. Banyak di antara mereka yang tertarik berinvestasi di Batam,” jelasnya.(***)

sumber: wartakepri.co.id

Editor :