KRIMINALITAS

Ibu Pelaku Penusukan Anggota Brimob Gak Percaya Kalau Anaknya Tewas Ditembak

Sabtu | 12 Mei 2018 | 0:30

MEDIAKEPRI.CO.ID – Orang tua Tendi Suwarno (23), pelaku penusukan Bripka Marhum Frencje, anggota Brimob Kelapa Dua, Depok hingga saat ini masih mempercayai anaknya tewas kecelakaan di Jakarta.

Kini, perempuan yang pernah transmigrasi ke Pulau Sulawasi dan jadi tenaga kerja wanita (TKW) di Timur Tengah ini‎ bekerja sebagai asisten rumah tangga (ART) di Kota Bandung untuk mencukupi kebutuhan sehari-harinya.

Warsiti mendadak pulang ke kampung halamannya karena mendengar kabar mengenai anaknya Jumat, 11 Mei 2018.

“Dengar kabar anak saya kecelakaan di tempat kerjanya, sekarang sedang dirawat di klinik dokter,” kata Warsiti via ponselnya.

Ia belum percaya anaknya tewas ditembak setelah sebelumnya menusuk anggota Brimob dengan pisau ‎disembunyikan lebih dulu di selangkangannya.

“Belum tahu,” kata Warsiti. Ketua RW setempat, Ade, mengatakan polisi sudah mendatangi rumah Warsiti.

“Polisi sudah datang, saya tadi menandatangani surat pernyataan otopsi,” kata Ade via ponselnya.

Tendi merupakan anak ketiga dari tiga bersaudara. Bapaknya meninggal dunia di daerah transmigran sehinga keluarga Tendi kembali ke Subang saat Tendi duduk di bangku kelas 4 SD.

Tendi mengenyam pendidikan SMP hingga SMA di Kabupaten Subang dan lulus SMA pada 2013.

“Dua tahun terakhir dia kerja di proyek bangunan di Jakarta. Jarang pulang, sekalinya pulang tidak pernah lama,” kata Warsiti yang dibenarkan oleh Ade.

Sehingga, keluarga maupun warga hanya mengetahui Tendi seorang pria baik-baik. “Tapi saya tidak tahu kalau diluar bagaimana,” ujar Ade.

Warsiti mengaku selama dua tahun terakhir tidak melihat perubahan sikap pada diri anaknya. “Sejauh ini tidak ada perubahan, masih tetap anak baik, murah senyum. Selayaknya anak baik pada orang tua,” kata Warsiti. (***)

sumber: tribunnews.com

Editor :