pemkab lingga

LINGGA

Ibarat ‘Habis Gelap, Terang Tak Terbit’, Masalah Baru Korban Bencana Kebakaran Dahsat Pasar Kampung Cina Daik Lingga

Rabu | 16 Mei 2018 | 1:36

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lingga – Enam bulan lalu, puluhan warga Pasar Kampung Cina, Daik, Kabupaten Lingga berduka. Bangunan yang puluhan tahun berdiri untuk tempat tinggal dan usaha luluh lantah dengan aksi berapa jam ‘sijago merah’.

Setengah tahun tentu waktu yang cukup lama untuk berduka. Namun puluhan warga yang menjadi korban tidak ingin terus larut dalam kegelisan bencana dahsat kebakaran yang mereka hadapi. Cukup sudah waktu untuk berdiam diri, kini waktunya untuk bangkit kembali. Inilah semangat yang patut diacungkan jempol.

Semangat puluhan warga Pasar Kampung Cina untuk membangun kembali roda perekonomian, kurang mendapat ‘restu’ dari ‘penguasa’ di Lingga. Pembangunan lokasi yang sudah rata dengan tanah itu, telah direncanakan dengan matang untuk dibangun kembali. Tetapi rencana tinggal rencana.

Pemilik lahan yang berada di lokasi yang merupakan pusat perekonomian masyarakat Daik ini tidak bisa membangun harapan mereka. Keinginan mereka untuk membangun bangunan yang sama, atau mungkin yang lebih baik terhambat dengan izin dari Pemerintah Kabupaten Lingga.

Kendala yang dihadapi pemilik tanah terkait aturan, salah satunya, yakni Izin untuk Mendiri Bangunan (IMB). Sebagai masyarakat yang taat hukum, pemilik lahan tetap setia untuk menunggu kebaikan hati ‘penguasa’ mengeluarkan izin agar mereka dapat mendirikan perekonomian mereka, dan masyarakat Daik, Lingga umumnya.

“Hampir setengah tahun, kami warga menunggu. Sampai detik ini tidak ada titik terang,” ujar satu dari puluhan orang yang menjadi korban keganasan kebakaran yang menyebabkan kerugian hingga puluhan miliar rupiah tersebut yang tidak ingin disebutkan namanya kepada mediakepri.co.id, Senin, 14 Mei 2018.

Andi, aktivis Hulu Balang turut prihatin dengan kondisi yang dihadapi korban kebakaran di Pasar Kampung Cina. Menurutnya, wakil rakyat yang duduk di Dewan Perwakilan Rakyat Lingga harus lebih peka melihat kegelisahan korban ini. Apalagi, tambahnya, pasar ini merupakan jantung ekonomi masyarakat Daik.

Menanggapi hal ini, tokoh muda, Aziz Martindas mengatakan, Bupati Lingga, Alias Wello harus segera menyelesaikan permasalahan ini. Untuk mengahadapi dan menangani persoalan ini, katanya, segera dilakukan pemanggilan kepada pihak terkait. Dengan begitu, tambahnya, persoalan ini secepat mungkin diselesaikan.

“Sehingga tidak terkesan, Bupati ikut tidur, tidak ada kepedulian. Segera bertindak untuk mengaktifkan dan mengefisiesnsikan letak strategis pusat perekonomian masyarakat Lingga, yang selama ini sudah diandal masyarakat di Ibukota Daik Lingga,” tegasnya. (wawan)

Editor :