UMUM

Selamat dari Ledakan Bom, Anak Pelaku: “Tolak Ajakan Ayah karna Tak Sesuai Ajaran”

Rabu | 16 Mei 2018 | 7:16

MEDIAKEPRI.CO.ID – Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian mengunjungi tiga anak terduga pelaku yang selamat dari ledakan bom di lantai lima Blok B No.2 Rusunawa, Wonocolo, Sidoarjo.

Ledakan tersebut diduga merupakan salah satu dari rentetan ledakan bom di Surabaya.

Kamar tersebut ditinggali oleh enam anggota keluarga yang terdiri dari ayah, ibu dan empat orang anak.

Akibat ledakan tersebut, Anton Febrianto (ayah) (47) Puspita Sari (ibu) (47) dan satu anak tertua atas nama HL (17) dari terduga pelaku dinyatakan meninggal dunia.

Sedangkan tiga adiknya, AR (15), FPH (11), dan HD (11) lolos dari ledakan dan mengalami luka.

FPH (11) mengalami luka di bagian paha sebelah kiri dan HD (11) mengalami luka pada hidung.

Pada saat kejadian, anak kedua, AR dibantu oleh warga berusaha menyelamatkan kedua adiknya dari ledakan untuk dibawa ke RS Siti Khodijah.

Saat ini keduanya sudah dirujuk ke RS Bhayangkara Polda Jawa Timur.

Menurut pengakuan AR, keseharian ayahnya Anton Febrianto menjadi penjual jam tangan online dan seringkali mendengarkan ceramah melalui internet.

Ia juga mengatakan sering mendapat ajakan sang ayah untuk berjihad, namun selalu ditolaknya karena tidak sesuai pemikirannya dan bertolak belakang dengan ajaran Islam.

AR juga membenarkan kepada Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian bahwa bom yang meledak tersebut milik ayahnya.

Bom yang dirakit sendiri oleh sang ayah tersebut merupakan hasil belajar melalui internet dan Youtube.

Pada awalnya AR tak mengetahui bahwa yang dirakit oleh sang ayah itu adalah sebuah bom yang menyebabkan terjadinya ledakan di kamar yang ditinggalinya. (***)

sumber: tribunnews.com

Editor :