KARIMUN

Polres Karimun Gelar Focus Group Discussion Antisipasi Paham Radikal dan Terorisme

Jumat | 18 Mei 2018 | 3:57

MEDIAKEPRI.CO.ID, Karimun – Sebanyak 53 peserta dari berbagai elemen masyarakat hadir memenuhi undangan Polres Karimun dalam acara Forum Group Discussion (FGD) yang terdiri dari organisasi kemasyarakatan, pemuda, tokoh agama dan tokoh masyarakat yang ada di Kabupaten Karimun.

Acara ini digelar pada Rabu, 16 Mei 2018 di ruang Rupatama Mapolres Karimun yang bertujuan untuk menjaga keamanan dan kerukunan setiap lini masyarakat dari faham radikalisme dan terorisme di Kabupaten Karimun.

“Apa yang kita lakukan ini merupakan langkah preventif dan salah satu solusi dalam rangka mendukung dan merealisasikan Kamtibmas di Kabupaten Karimun, dimana setiap tokoh dapat memberikan pendapat dan masukan demi kepentingan serta keamanan kita bersama,” kata Kapolres Karimun AKBP Hengky Pramudya, Rabu, 17 Mei 2018.

Acara ini dilaksanakan dengan menghadirkan Richa Irma Dwiyanti sebagai nara sumber yang juga dihadiri oleh Ketua Pengadilan Negeri Karimun, Budiman Sitorus SH, Wakil Ketua I DPRD Karimun Azmi, serta Wakil Ketua II DPRD Karimun Bakti Lubis.

Sementara itu, Bupati Karimun Aunur Rafiq pada kesempatan itu mengutuk keras atas aksi terorisme di Indonesia, karena dapat memecah belah masyarakat serta ideologi bangsa.

“Mari kita satukan persepsi, serta mempererat persatuan dengan saling menjaga, dan saling mengisi. Karena peristiwa di Mako Brimob, Surabaya dan di Polda Riau menjadi suatu ujian bagi kita. Oleh karena itu kita jangan sampai terlena, pasalnya Karimun memiliki potensi dari berbagai aspek sehingga memungkinkan adanya aksi teror,” kata Rafiq.

Dalam kesempatan ini, Rafiq juga sudah menghimbau kepada masyarakat agar seluruh masyarakat dapat lebih meningkatkan kewaspadaan dengan mengaktifkan siskamling dan patroli yang dilakukan oleh TNI dan Polri.

“Kepada MUI juga kita meminta untuk menyampaikan khotbah sholat Jumat agar mengisi materi tentang makna jihad yang sebenarnya. Dan juga kepada para pendeta dimasing-masing gereja untuk membahas hal yang sama, begitu juga agama yang lain,” pinta Rafiq.

Editor :