ASUSILA

Dicekok Miras, Lalu Tiga Hari Diperkosa, Masa Depan Siswi SMP Ini Sirna Akibat Ulah Preman Tukang Onar

Rabu | 23 Mei 2018 | 3:00

MEDIAKEPRI.CO.ID, Tulungagung – Berbagai macam cara, ketika seseorang sudah menanamkan niat jahat terhadap orang lain. Begitulah ulah tiga preman yang dikenal tukang buat onar ini menebar benih kejahatannya.

Namun cara yang digunakan para preman ini masih sangat primitif. Ketiga pelaku pencabulan ini berinisial Gus, Sum Cep.

Dengan membuat siswi di SMP, sebut saja namanya Mawar, tidak berdaya karena pengaruh minuman beralkohol (mikol), penjahat kelamin ini merebut dengan paksa mahkota remaja putri naas tersebut.

Informasi di lapangan, seorang warga Kecamatan Pucanglaban bernisial TG menuturkan, ketiga pelaku cabul ini memainkan perannya masing-masing. Seorang pelaku bertugas menjemput korban dan dibawa ke sebuah café. Korban kemudian dicekoki dengan minuman keras.

Setelah korban tidak sadarkan diri, lalu ketiga pelaku membawanya ke rumah kos pelaku lainnya. Dan di kamar kosan ini, korban ‘digarap’ selama tiga hari.

“Kondisi korban sekarang masih trauma dan sangat tertekan lahir dan batin,” tutur TG, Minggu, 20 Mei 2018 lalu.

Secara fisik, katanya, korban hingga tidak bisa berjalan karena sakit di bagian vitalnya.

Masih menurut TG, seorang pelaku, Sum ditangkap polisi. Sedangkan dua pelaku lainnya kabur.

Seorang tokoh masyarakat di tempat korban tinggal, Usman mengatakan, kejadian perkosaan ini sebenarnya sudah lebih dari dua pekan.

Namun keluarga baru melaporkan, pada Jumat, 18 Mei 2018 lalu karena sebelumnya keluarga masih mengurusi korban.

“Yang melaporkan belakangan adalah kakak korban, karena selama ini keluarga seperti berduka dengan apa yang menimpa korban,” ujar Usman.

Usman pun mengakui, tiga pelaku adalah warganya di Kecamatan Pucanglaban.

Usman membenarkan, Sum sudah ditangkap polisi.

Namun Sum mengaku sebatas mengajak korban minum-minuman keras. Usman mengaku prihatin dengan kejadian yang menimpa korban.

Sebab korban masih sekolah dan mempunyai masa depan panjang. Korban selama ini diasuh oleh bibinya.

“Polisi harus segera mengungkap peran ketiga pelaku ini,” tegas Usman.

Ketiga pelaku diketahui berstatus duda. Mereka pernah menikah namun kemudian bercerai. Terutama Cep, selama ini dikenal sering mabuk dan membuat onar.

Selain menangkap Sum, polisi juga telah melakukan olah TKP di café tempat korban dicekoki minuman keras.

Termasuk ke rumah kos yang digunakan ketiga pelaku mencabuli korban.

Kanit Reskrim Polres Tulungagung, AKP Mustijat Priyambodo menolak memberikan penjelasan terkait kasus ini. (***)

sumber: tribunnews.com

Editor :