BATAM

Ancaman Peredaran Uang Palsu, BI Kepri Bilang Tak Susah Membedakannya, Hanya Ini yang Perlu Masyarakat Lakukan

Kamis | 24 Mei 2018 | 18:14

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – Memasuki bulan Ramadhan transaksi begitu tinggi. Apalagi, menjaleng lebaran, diperkirakan perputaran keuangan akan lebih dahsyat lagi.

Mengingat banyaknya penemuan uang palsu (Upal) yang beredar, masyarakat diminta untuk lebih waspada. Tidaklah sulit membedakan upal dengan uang asli. Namun begitu, masyarakat diminta untuk lebih waspada dan teliti.

“Sebenarnya tidak sulit membedakan uang palsu itu dengan yang asli karena kualitasnya buruk. Hanya butuh ketelitian sedikit dari masyarakat ketika melakukan transaksi,” ujar Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kepri, Gusti Raizal Eka Putra seperti yang dilangsir di kepriprov.go.id.

Disebutkannya, sepanjang Januari-Maret 2018 ditemukan 200 lembar uang palsu. Meskipun relatif kecil upal yang beredar di kuartal I 2018, katanya, harus menjadi perhatian bagi masyarakat.

Meskipun tidak secara rinci dijelaskan uang palsu yang beredar ini, Raizal menegaskan uang palsu yang beredar tersebut dengan kualitas yang buruk sehingga mudah membedakannya dengan yang asli.

Untuk itu, ia mengimbau Warga yang menemukan uang palsu harus melaporkan kepada pihak yang berwenang. Ketelitian warga akan mampu mengungkap kejahatan itu. Tidak mungkin aparat yang berwenang dapat mengungkap pelaku yang mencetak dan menyebarkan uang palsu itu tanpa informasi dan data yang lengkap dari warga.

Warga yang tidak teliti kemungkinan kesulitan mengungkap siapa yang memberikan uang palsu itu, karena dalam sehari melakukan sejumlah transaksi.

“Bisa karena lupa,” tuturnya.

Kondisin lebih buruk dapat terjadi ketika uang palsu yang diterima itu dipergunakan pula untuk bertransaksi.

“Pemegang uang palsu itu bertanggung jawab. Karena itu, sudah seharusnya warga menerapkan cara mudah yang kerap kami sosialisasikan untuk menghidari uang palsu yakni dilihat, diraba dan diterawang,” ucapnya.

Raizal mengimbau warga yang kerap melakukan transaksi tunai untuk lebih waspada. Ketika bertransaksi, terutama selama ramadhan dan menjelang Idul Fitri 1439 H. Kebiasaan buruk mayoritas konsumen yakni menyimpan uang di saku atau di dompet sebelum memeriksa uang kembalian.

“Semestinya diperiksa uang kembalian tersebut, jangan langsung disimpan karena tidak menjamin uang itu asli. Paling tidak, ketelian juga berbuah baik, jumlah uang kembalian sesuai dengan barang belanjaan,” katanya. (***)

Editor :