KRIMINALITAS

Terkait Ledakan Drum Di Persidangan Terdakwa Kasus Bom Tamrin, Ini yang Dikatakan Kapolres

Sabtu | 26 Mei 2018 | 9:02

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Suasana di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan sempat mencekam karena ledakan drum. Terlebih saat ledakan terdengar, persidangan terdakwa kasus bom Thamrin, Aman Abdurrahman tengah berlangsung.

Suara ledakan terdengar sekitar pukul 09.11 WIB, Jumat, 25 mei 2018, Sesaat setelah ledakan, terdengar suara orang menjerit dari luar ruang sidang Aman. Beberapa pengunjung sidang Aman menutup kuping, dan wajah mereka terlihat panik.

Aman pun sempat bereaksi mendengar ledakan itu. Kepalanya mendongak begitu dentuman terdengar. Para personel Brimob yang menjaga sidang Aman sontak mengokang senjatanya.

Mejelis hakim terpaksa menskors sidang Aman. Aman pun langsung dikelilingi oleh empat petugas Brimob bersenjata lengkap, posisinya masih di dalam ruang sidang.

Aparat Kepolisian juga menutup pintu gerbang pengadilan. Mereka melarang warga untuk keluar atau masuk ke pengadilan.

Penutupan jalan pun dilakukan. Polisi menutup Jalan Ampera Raya.

Setelah diusut, sumber ledakan rupanya berasal dari proyek apartemen yang berada tepat di seberang pengadilan. Para personel kepolisian lalu bergerak ke arah proyek apartemen yang menjadi sumber ledakan untuk melakukan penyelidikan.

Kapolres Jakarta Selatan Kombes Indra Jafar menyebut muasal ledakan tersebut berasal dari drum berisi bahan kimia. Drum tersebut hendak dipotong menggunakan alat las.

“Itu suara dentuman asalnya dari proyek yang di depan pengadilan. Di situ ada drum yang isinya sisa bahan kimia untuk pengeras cor, bahan kimia itu harus dijauhkan dari api. Mau motong drum pakai alat las. Nah sisa-sisa bahan kimia itu yang menyebabkan ledakan,” kata Indra saat dimintai konfirmasi.

Indra memastikan ledakan tersebut merupakan kesalahan kerja bukan teror. Dia juga menuturkan tak ada korban jiwa akibat ledakan tersebut.

“Itu kecelakaan kerja saja. Hanya saja sempat bikin panik orang. Jadi mau motong drum pakai alat las. Nah sisa-sisa bahan kimia itu yang menyebabkan ledakan. Bisa dipastikan ini bukan bom, bukan teror,” ujar Indra.

Sementara itu, menurut petugas keamanan proyek, Ridwan, ada dua pekerja yang diamankan polisi. Kata dia, polisi juga membawa drum yang meledak.

“Drum yang jadi sumber ledakan sudah dibawa ke Polres. Ada 2 orang pekerja yang memotong itu dibawa ke Polres Jaksel,” kata seorang petugas keamanan proyek, Ridwan, saat ditemui di lokasi.

Persidangan Aman kala itu diagendakan pembacaan pleidoi. Aman dituntut hukuman mati karena diyakini sebagai otak sejumlah teror bom, di antaranya teror bom di gereja di Samarinda pada 13 November 2016, bom Thamrin Januari 2016 dan bom Kampung Melayu pada 24 Mei 2017. (***)

sumber: detik.com

Editor :