KEPRI

Biasakan Anak Bangun Sejak Subuh, karna Masjid, Alquran dan Motivasi untuk Anak Muda

Senin | 28 Mei 2018 | 8:50

MEDIAKEPRI.CO.ID, Kepri – Melangkah ke pulau-pulau. Bergerak dari satu masjid dan mushala sepanjang subuh. Memberi pesan-pesan yang memotivasi anak muda dan anak-anak di pulau bahwa mereka bisa unggul dalam banyak bidang kini menjadi salah satu “pekerjaan” Nurdin.

Gerakan Safari Subuh yang dilakukannya kini semakin tampak tertular ke masyarakat. Terutama shalat subuh di masjid atau mushala.

“Kalau Pak Gubernur mengajak shalat subuh berjamaah, itu sudah paling benar,” kata KH Abdullah Gymnastiar saat subuh di Batam akhir Maret lalu.

Aa Gym, panggilan akrab KH Abdullah Gymnastiar, memang menyokong seruan Gubernur H Nurdin Basirun yang mengajak umat untuk beraktivitas dengan memulai shalat subuh berjamaah di masjid-mushala. Aa Gym, mengaku senang jika jamaah memenuhi rumah Allah dalam berjamaah saat shalat Subuh.

Dalam rangkaian safari subuh dan kunjungan ke pulau-pulau Gubernur Nurdin selalu mengajak jamaah untuk membekali anak-anak dengan ilmu agama yang cukup sejak dini. Mereka juga harus diberikan pengetahuan terbaik, baik ilmu maupun teknologi.

“Dari merekalah Kepri bisa menjadi sebuah daerah yg memiliki daya saing secara nasional maupun internasional,” kata Nurdin.

Karena itu Nurdin menganjurkan orang tua untuk membiasakan diri membangunkan anak-anaknya sejak subuh. Anak-anak ada baiknya mulai diajak beraktivitas sejak fajar dengan subuh berjamaah sebelum mengikuti rutinitas sehari-hari.

“Tak masalah mereka dibangunkan. Dibiasakan untuk beraktivitas secara baik dengan shalat Subuh. Insya Allah akan jadi terbiasa nantinya,” kata Nurdin.

Menurut Nurdin membiasakan anak-anak menjadikan masjid laman bermain sangat baik. Mereka jangan dilarang untuk beraktivitas positif di masjid-masjid. Karena, anak-anak inilah generasi penerus bangsa. Jadikan mereka generasi dengan karakter Islam yang kuat.

Dalam perjalanannya, kata Nurdin, anak-anak harus belajar mandiri. Mengikuti pendidikan di pesantren atau sekolah Islam terpadu bagian dari membangun kemandirian tersebut. Juga memperkuat jiwa sosial mereka. Nurdin juga menyampaikan, kemajuan teknologi memang sebaiknya digunakan untuk kebaikan umat.

Nurdin sangat ingin mewujudkan Kepri menjadi Provinsi yang Qurani. Pulau-pulau di Kepri akan terus menghasilkan para qori/qoriah dan hafiz hafizah yang perlu mendapat perhatian khusus.

“Sudah banyak budak pulau yang jadi qori qoriah hebat, jadi hafiz hafizah. Saya punya mimpi ke depan Kepri punya perkampungan yang masyarakatnya banyak menghasilkan para ahli Quran, hafal Al Quran dan tafsirnya. Sehingga impian Kepri menjadi Provinsi yang Qurani dapat terwujud,” kata Nurdin.

Nurdin mengutarakan juga bahwa di Pulau Nyiur Karimun bisa menjadi percontohan program perkampungan Qurani. Pulau Penyengat yang sangat kuat dengan sejarah dan peradaban perkembangan Islam pada jamannya juga perlu menjadi perhatian untuk dikembangkan menjadi perkampungan Qurani.

Menurut Nurdin jika generasi muda banyak yang lebih mencintai Al-Qur’an, belajar dan memahami Al-Qur’an secara serius insyaallah Kepri semakin aman damai sejahtera dan keberkahan berlimpah, tidak suka saling iri dengki apalagi hujat menghujat.

Masyarakatnya akan senantiasa berperilaku dan menjadikan Al-Qur’an sebagai pegangan dan pedoman hidupnya.

“Dengan menciptakan generasi ke depan yang cinta Al-Qur’an insyaallah segala tindak laku, dan setiap menghadapi permasalahan hidup semua akan kembali kepada Al-Qur’an sebagai pedoman hidup kita selaku umat Islam,” ujar Nurdin. (humas)

Editor :