KRIMINALITAS

“Tolong! Pokoknya Aku Gak Mau Tau Carikan Tanganku” Teriak Zaelani Usai Tangannya Putus Dibacok saat Melerai Tawuran

Senin | 28 Mei 2018 | 7:55

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Niat M Zaelani (21) untuk melerai tawuran, berujung dengan tragis. Dia harus kehilangan tangan kanannya karena putus ditebas pelaku tawuran.

Zaelani tak hanya tangannya yang putus, Zaelani juga mengalami luka bacok akibat tawuran yang terjadi di J; Cirendeu Raya, Ciputat, Tangsel, Sabtu, 26 Mei 2018 dini hari. Keluarga mengatakan, Zaelani rupanya saat itu hendak melerai tawuran, bukan pihak yang terlibat.

Hal itu disampaikan oleh Yudi Cahyadi (22) yang merupakan keponakan korban. Dikatakan Yudi, posisi Zaelani bersama teman-temannya waktu itu hanya ingin menyelamatkan satu warga yang ngotot ikut tawuran.

“Kan dia dari sini kan ada ya namanya bocah-bocah kan tidak tahu ya ngotot tetap ke sana. Zaelani ngelerai biar orang sini kagak ikut,” Kata Yudi saat ditemui detikcom, Ahad, 27 Mei 2018.

Namun sayangnya, Zaelani yang berniat menolong salah satu temannya pun ikut menjadi korban tawuran tersebut. Zaelani dibacok hingga pergelangan tangan kanannya putus.

“Dia mau tolongin, terus mutar balik mau selamatin bocah satu yang udah kebacok. Eh dia malah dipukul pakai stick ball.

Pake Stick ball, dia sudah tersungkur tetap lari dia. Pas putus itu juga tidak berasa dia.

Tahu-tahu pas dilihatin kagak ada tangannya. Dia teriak-teriak tolong pokoknya aku nggak mau tahu cariin tanganku. Padahal dia sudah setengah perjalanan ke Fatmawati. Kemudian balik lagi nyari tangannya,” Tambah Yudi.

Zaelani lantas langsung dilarikan ke RS Fatmawati. Saat ini kondisi Zaelani sudah stabil.

“Terakhir tadi malam, sudah stabil,” ujar Yudi.

Yudi mengatakan, keponakannya sempat menjalani operasi di RS Fatmawati. Operasi tersebut berjalan lancar.

“Operasinya lancar,” sambung Yudi.

Menurut Yudi, Zaelani adalah tulang punggung keluarganya. Dia harus menghidupi ibunya dengan berjualan makanan di rumahnya. Ayah Zaelani, sudah meninggal dunia pada September 2017 lalu.

“Dia itu di rumah usaha warung. Jadi gimana ya, dia itu seperti tulang punggung keluarga sekarang. Ibunya sudah tua dan ayahnya sudah tidak ada sekitar September lalu,” ungkap Yudi.

Sementara itu, Kapolres Tangsel AKBP Fredy Irawan, mengatakan, 2 pelaku tawuran yang menganiaya Zaelani sudah ditangkap. Kedua pelaku itu adalah AS dan AD. Tawuran tersebut terjadi pada Sabtu, 26 Mei 2018, pukul 03.00 WIB dinihari.

“Pelaku AS (Asep) (19) alias Cepot, memukul korban dengan stik golf di punggung. Sedangkan pelaku ADA (16), membacok pergelangan tangan kanan korban dengan celurit hingga putus,” ucap Kapolres Tangerang Selatan, AKBP Fredy Irawan, saat dihubungi detikcom, Ahad, 27 Mei 2018. (***)

sumber: detik.com

Editor :