KRIMINALITAS

Fakta Penemuan Mayat Wanita Dalam Kardus, Kronologi, Identitas hingga Dugaan Keluarga tentang Pelaku

Rabu | 06 Juni 2018 | 23:32

MEDIAKEPRI.CO.ID, Medan – Sesosok mayat wanita ditemukan di samping Gereja HKBP (Huria Kristen Batak Protestan) Ampera, Jalan Karya Rakyat Gang Melati 1, Kelurahan Sei Agul, Kecamatan Medan Barat, Rabu, 6 Juni 2018 sekitar pukul 02.00 WIB dinihari.

Mayat wanita yang diperkirakan berusia sekitar 20 tahun itu, ditemukan dalam kondisi terbungkus kardus di atas sepeda motor Honda Scoopy bernomor polisi BK 5875 ABM.

BACA: Wanita Ini Ditemukan Tewas Mengenaskan Terbungkus Kardus di Atas Motor, Siapakah Dia?

1. Kronologi penemuan mayat

Informasi yang dihimpun, orang pertama yang menemukan mayat wanita muda tersebut adalah seorang penjual martabak.

Saat itu dia bersama temannya melintas di sekitar TKP.

Mereka melihat sepeda motor Honda Scoopy BK 5875 ABM dalam kondisi mesin mati dan lampu tetap menyala tanpa pengendara.

Kedua saksi mendekat untuk melihat sepeda motor tersebut sambil mencari keberadaan pengendaranya. Namun mereka tidak menemukannya.

Kendaraan itu diduga ditinggalkan pengemudinya dalam keadaan mesin mati namun lampunya tetap menyala.

Warga kemudian menghubungi pihak kepolisian. Saat kardus sedikit dibuka, terlihat bentuk tangan dan kaki manusia.

Ternyata isinya tubuh perempuan berlumur darah yang dibalut plastik, tas, den dilakban.

Pada bagian leher dan tangannya ada luka yang diduga akibat benda tajam.

2. Identitas korban

Identitas mayat wanita tersebut diketahui bernama Rika Karina (21).

Identitas tersebut terkuak setelah polisi melakukan penelusuran terhadap nomor polisi sepeda motor yang ada di lokasi penemuan mayat.

Sepeda motor tersebut adalah milik Toni, sepupu korban.

Rika, sehari-hari bekerja di konter gerai kosmetik milik tantenya di Plaza Millenium Medan.

3. Pelaku pembunuhan diduga orang dekat korban

Terkait soal siapa yang bertanggung jawab menghilangkan nyawa Rika dan dengan tega membuang jasadnya dalam kardus masih menjadi misteri.

Namun begitupun keluarga mencuriga sosok pacar yang selama ini identitasnya masih disimpan oleh korban. Hal ini disampaikan oleh keluarga korban.

“Tapi dicurigai orang dekatnya yang membunuh, mungkin pacarnya,” ujar Robi, sepupu korban.

Lebih lanjut, Robi menjelaskan bahwa Rika tidak pernah bercerita sudah mempunyai pacar atau tidak. Karena dia tidak pernah membawa pacar main-main kerumah.

Robi menceritakan bahwa selama ini, Rika lebih banyak menghabiskan waktu tinggal di Marelan.
Tepatnya di Komplek Pesona Malibu di Jalan Inspeksi, Pasar I Marelan.

“Kalau yang di Tanjung Morawa itu rumah orangtua kandungnya. Kalau misalnya libur sering juga Rika kesana,” jelas Robi.

4. Kondisi saat ditemukan

Kepolisian mengungkapkan, kondisi korban dipenuhi luka karena benda tajam saat ditemukan.

“Polisi langsung membawa mayat ke RS Bhayangkara Medan untuk dilakukan outopsi,” kata Tatan, Rabu.

“Dugaan kita sementara mayat ini korban pembunuhan. Karena di leher korban ada luka tusukan benda tajam serta di tangan kiri mengalami luka cobel seperti akibat benda tajam,” sambungnya.

“Kita berharap tersangka pembunuhan ini segera ditangkap,” jelas Tatan.

5. Keluarga sangat syok

Saat Tribun-Medan.com menyambangi kediaman orangtua wanita yang berumur 21 tahun tersebut sangat berduka. Sang ibu tampak begitu terpukul, Sarina tidak henti-hentinya menangisi kepergian anaknya.

Kediaman orangtua yang berada di Jalan Tangguk Bongkar, Gang Ikhlas tersebut dipenuhi isak tangis dari pihak keluarga

Muhammad Sahuri, Ayahanda dari Rika ini sempat bercerita, dengan mengatakan anaknya tersebut adalah sosok anak yang baik.

“Dia itu anak baik. Cuman beberapa bulan kami jarang komunikasi dengan dia. Karena dia pun sibuk kerja. Dia memang kerja di Millenium sebagai karyawan. Makanya terkejut kali aku dengar beritanya itu,” ungkapnya dengan wajah yang pucat.

Sang ayah juga merasa sangat rerpukul, lantaran anak keduanya tersebut tewas mengenaskan di sebuah kardus popok bayi.

“Saya waktu lihat wajahnya, saya enggak tahan. Saya dapat kabar dari abang ipar pukul 10.00 WIB tadi. Saya kaget sekali, tak bisa berkata apa-apa,” ucapnya.

Dengan wajah yang memerah, Ibunda Rika Sarinah mengungkapkan kesedihannya, lantaran anak keduanya tersebut tak pernah bermasalah dengan orang lain.

“Anak saya itu enggak pernah bermasalah dengan orang lain. Bahasanya pun bagus. Bersikap pun bagus. Enggak pernah macam-macam lah. Dia itu orangnya pendiam. Tapi enak kok kalau kita ngomong,” ungkapnya sembari mengeluarkan air mata.

Motif pembunuhan tersebut belum diketahui. Bahkan pelaku yang tega membunuh wanita tersebut belum terungkap. Sarinah sebagai ibunda dari korban berharap kepolisian cepat menemukan pelaku itu.

“Kami harap, polisi cepat menemukan pelaku. Karena pelaku itu sudah enggak manusia lagi, dia tega bunuh anak kami seperti itu,” katanya sembari terus mengeluarkan air mata. (***)

sumber: tribunnews.com

Editor :