ASUSILA

Gadis Kecil Ini Tewas Mengenaskan, Salomo: “Kuletakkan di Semak-semak, Kututup dengan Daun keladi, Kemudian Aku Pergi”

Sabtu | 09 Juni 2018 | 7:59

MEDIAKEPRI.CO.ID, Medan – Salomo Barus (53), warga Dusun I, Desa Pama, Kecamatan Silinda, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), ditembak kakinya oleh polisi karena melakukan perlawanan saat ditangkap.

Ia adalah tersangka kasus pemerkosaan dan pembunuhan terhadap BB, bocah berusia 7 tahun. Team Scorpion Jatanras Polres Sergai bersama personel Polsek Kutarih meringkusnya.

“Setelah kita lakukan penyelidikan, akhirnya kita mengetahui identitas tersangka dan langsung mengejar pelaku,” ungkap Kapolres Sergai, AKBP Juliarman Eka Putra Pasaribu melalui Kasat Reskrim AKP Alexander Piliang, Jumat, 8 Juni 2018.

Petugas kepolisian harus melakukan tindakan tegas dikarenakan tersangka coba melakukan perlawanan saat diringkus petugas.

“Kedua kaki tersangka ini ditembak setelah coba melakukan perlawanan saat kita amankan,” terang Alexander.

Dikatakan Alex, aksi pemerkosaan itu sudah dua kali dilakukan oleh tersangka. Aksi pertama terjadi pada bulan Mei 2018.

“Ini yang kedua kalinya, saat beraksi tersangka memberikan uang kepada korban sebesar Rp 20 ribu,” lanjutnya.

Namun, korban melawan saat diperkosa untuk kali kedua. Pelaku emosi dan langsung mencekik leher korban hingga meninggal dunia.

Mengetahui korban tewas, Salomo Barus kemudian menyeret jenazah korban sejauh 500 meter dari lokasi pemerkosaan di perladangan Dusun 1, Desa Pamah, Kecamatan Silinda.

“Setelah itu mayatnya kuseret sejauh 500 meter dan kuletakkan di semak-semak. Kututup dengan daun keladi, kemudian aku pergi,” kata Salomo.

Diberitakan sebelumnya, seorang bocah perempuan berinisial RB (7) diduga menjadi korban permerkosaan kemudian dibunuh.

Mayatnya ditemukan di jurang sekitar 300 meter dari kediamannya di Desa Pamah, Kecamatan Silinda, Serdangbedagai, Jumat, 8 Juni 2018.

Jasad RB ditemukan dalam posisi miring dan ditutupi daun pisang. Pada bagian lehernya ada luka memar.

“Dia korban pembunuhan, karena ada bekas cekikan dan ada luka di kemaluannya,” kata Kasat Reskrim Polres Serdangbedagai, AKP Alexander Piliang.

RB merupakan siswa kelas 1 SD. Dia dikabarkan hilang dari rumahnya sejak Kamis, 7 Juni 2018 siang. Pencarian yang dilakukan keluarganya berakhir dengan duka mendalam.

Warga yang menemukan tumpukan daun pisang di dalam jurang. Begitu terkejut, saat dibuka, jasad RB ditemukan. Kejadian itu dilaporkan ke Polsek Kotarih.

Tim dari Satreskrim Polres Sergai kemudian turun ke tempat kejadian perkara (TKP). Mereka melakukan penyelidikan dan mengevakuasi korban ke RS Bhayangkara Medan.

Kasus pembunuhan ini masih diselidiki polisi. Mereka sudah mengidentifikasi terduga pelaku.

“Kita tengah mengejar pelaku. Masih warga Kotarih juga,” jelas Alexander.(***)

sumber: tribunnews.com

Editor :