TIPS SEHAT

Waspadai, Ini Bahayanya Jika Saraf Kejepit Tak Segera Ditangani

Selasa | 12 Juni 2018 | 8:37

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Saraf kejepit atau Herniated Nucleus Pulposus (HNP) bisa disebabkan oleh banyak hal, seperti usia tua, kegemukan, otot yang lemah (karena jarang olahraga), gerakan tertentu, mengangkat beban berat dan gaya hidup sedenter.

HNP lebih sering dialami oleh pria ketimbang wanita, menurut situs Health Line.

Gejala utama saraf kejepit adalah nyeri atau rasa tidak nyaman pada area di mana bantalan tersebut terjepit. Beberapa orang kadang tidak menyadari bahwa ia mengalami saraf kejepit dan hanya mengira nyeri punggung biasa.

Akibatnya, jika tak segera ditangani, HNP dapat menyebabkan bermacam-macam komplikasi kesehatan. Yang lebih parah adalah kerusakan saraf permanen, karena bantalan yang menonjol akan terus-terusan menekan atau menjepit saraf hingga lama-kelamaan menghentikan impuls saraf di beberapa area yang terdampak.

“Dari mulai keluhan subektif seperti nyeri, kebas, kesemutan sampai gangguan motorik: kelumpuhan (sebagian atau total), dan gangguan saraf otonom: tidak bisa menahan kencing dan berak, tidak bisa ereksi (pada laki-laki),” terang dokter bedah saraf, dr Roslan Yusni Hasan, SpBS, kepada detikHealth, Senin, 11 Juni 2018.

Komplikasi jangka panjang lainnya disebut saddle anesthesia. Dalam kasus tersebut, bantalan yang menonjol menekan saraf dan membuatmu kehilangan sensasi di area paha dalam, belakang kaki, dan sekitaran rektum.

Dokter yang lebih akrab disapa dr Ryu ini juga menyebutkan bahwa saraf kejepit bisa terjadi di ruas manapun di tulang belakang, namun yang lebih umum dikeluhkan adalah di bagian lumbal (punggung), cervical (tulang ekor) dan thoracal (leher). (***)

sumber: detik.com

Editor :