TANJUNG PINANG

Nurdin: Sambut dan Rayakan Kemenangan Serta Saling Memaafkan

Jumat | 15 Juni 2018 | 15:07

MEDIAKEPRI.CO.ID, Tanjungpinang – Gubernur Kepulauan Riau H Nurdin Basirun mengatakan bahwa dengan telah berakhirnya bulan ramadan maka tiba saatnya umat muslim menyambut hari kemenangan, tentu hal itu harus dirayakan dengan cara terus mempertebal keimanan.

“Sehingga kita dapat memupuk diri menjadi pribadi yang lebih bertaqwa,” ujar Nurdin saat menunaikan shalat idul fitri 1 syawal 1439 H di Masjid Raya Nur Ilahi, Pulai Dompak, Istana Kota Piring, Tanjungpinang, Jumat, 15 Juni 2018

Gubernur yang hadir bersama Wakil Gubernur H Isdianto beserta sejumlah Kepala OPD menghaturkan permohonan maaf atas segala silaf dan salah yang selama ini telah dilakukan.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Kepri kami ucapkan selamat hari raya idul fitri, minal aidin walfaizin mohon maaf lahir dan bathin,” ucap Nurdin.

Nurdin melanjutkan bahwa dengan masuknya bulan syawal maka apa yang telah dilalui selama bulan ramadan harus dijadikan pedoman untuk beribadah lebih giat lagi dibulan-bulan selanjutnya.

“Setelah menahan segala hal yang dilarang selama ramadan tentu menjadikan kita untuk tetap konsisten menebar kebaikan serta giat beribadah,” lanjut Nurdin.

Tak lupa Gubernur mengajak seluruh masyarakat untuk datang ke gedung daerah karna disana dirinya mengadakan open house yang terbuka untuk seluruh masyarakat Tanjungpinang.

“Kami undang bapak ibu semua untuk datang kegedung daerah selepas sholat id ini,” ajak Nurdin.

Sementara itu Ketua MUI KH Azhar Hasyim dalam tausiyahnya singkatnya mengatakan bahwa selama satu bulan menjalankan puasa serta ibadah lainnya maka tiba saatnya bagi kita untuk menyambut hari kemenangan.

“Sehingga kita keluar pagi ini dalam keadaan suci dari noda laksana bayi yang baru lahir,” ujar Azhar.

Azhar juga menceritakan kisah sahabat nabi yang taat beribadah serta patuh kepada Allah dan Rasul namun di akhir hayatnya dirinya tidak bisa mengucapkan kata ” la ilaha illa allah “. Setelah dicari tahu apa penyebabnya diketahui bahwa sejak dia menikah dan memiliki istri, ibunya diabaikan dan merasa sakit hati.

Mendengar hal tersebut Rasulullah langsung mendatangi dan menyuruh sahabat lainnya untuk membakar langsung sahabatnya yang sedang sekarat tersebut. Namun melihat hal tersebut luluh lah hati sang ibu dan memaafkan anaknya.

“Kasih ibu sepanjang hayat, tugas kita sebagai anak tentu harus terus berbakti kepada orang tua. Mari kita maknai idul fitri ini untuk saling memaafkan,” tutup Azhar. (humas)

Editor :