KEBAKARAN

Ini Pemicu Demonstran Mengamuk Bakar Pesawat saat Hendak Lepas Landas

Sabtu | 16 Juni 2018 | 5:29

MEDIAKEPRI.CO.ID – Emosi para demonstran yang tak terima akan hasil pemilu di Dataran Tinggi Papua Nugini dilampiaskan dengan cara tak biasa.

Demonstran membakar pesawat yang akan lepas landas.

Pesawat Dash 8 tersebut dibakar pada Kamis, 14 Juni 2018 petang.

Aksi bakar pesawat tersebut dipicu oleh kekalahan seorang kandidat dalam pemilihan umum.

1. Pesawat akan lepas landas

Direktur Keperawatan Rumah Sakit Mendi, Anna Anda, menceritakan kengerian ketika para demonstran mengamuk.

“Mereka mengamuk dan membakar semuanya, bahkan Air Niugini (pesawat),” katanya. “Aku bisa melihat asap hitam naik, itu sangat mengerikan,” imbuhnya.

2. Konfirmasi Pihak Air Nuigini

Perusahaan Air Niugini membenarkan bahwa satu unit pesawatnya dibakar terkait dengan pemilu.

“A Link PNG (anak perusahaan maskapai) DHC-8 pesawat dirusak dalam kerusuhan sipil di bandara Mendi, Provinsi Dataran Tinggi Selatan hari ini menyusul keputusan hasil pemilu,” kata perusahaan itu.

3. Bandara Ditutup

Pihak Air Niugini mengatakan bahwa pesawat tersebut mengalami rusak parah.

” Pesawat mengalami kerusakan ketika perusuh menyerbu tarmak, dan National Airports Corporation juga telah menutup bandara,” imbuhnya.

4. Tak ada Korban Jiwa.

Ditulis di laman ABC News pada kejadian pembakaran ini tak ada korban jiwa.

Ketika massa mulai membakar pesawat, awak dan penumpang segera turun.

5. Pelaku yang terlibat akan dikenakan hukuman

Perselisihan mengenai kursi provinsi telah menyebabkan korban jiwa di Dataran Tinggi Selatan dan serangan terhadap bisnis yang sebelumnya dimiliki oleh Perdana Menteri Peter O’Neill.

Para saksi di Mendi mengatakan massa berusaha membakar lebih banyak bangunan dalam kekerasan baru.

O’Neill mengatakan, pemerintah akan mengadakan pertemuan darurat Dewan Keamanan Nasional untuk menanggapi kekerasan tersebut.

“Tindakan yang kita lihat hari ini di Mendi sangat memalukan,” katanya.

“Keadaan darurat akan diumumkan, dan pasukan keamanan tambahan dikerahkan untuk mencegah perilaku melanggar hukum lebih lanjut,” imbuhnya.

“Mereka yang terlibat akan ditahan oleh polisi dan diadili,” ucap O’Neill. (***)

sumber: tribunnews.com

Editor :