pemkab lingga

LINGGA

Setelah Setahun Divonis Mengalami Tumor Otak, Warga Daik Ini Dapat Perhatian Komunitas Perantau Pancur

Kamis | 28 Juni 2018 | 1:33

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lingga – Siti Hatati (40) ini tidak pernah menginginkan penyakit yang dialaminya ini. Namun begitu, ibu satu anak ini tetap tabah menghadapi cobaan yang diberikan oleh Yang Maha Kuasa. Satu tahun lamanya, warga Desa Bukit Harapan, Daik Lingga ini menjalani hari dengan vonis medis mengalami tumor otak.

Sejak divonis penyakit ini, istri Lauru ini dengan tabah menjalani hidupnya. Rasa ingin sembuh untuk penyakit yang dideritanya dikalahkan oleh kondisi ekonomi keluarganya. Akhirnya, penyakit terus menjalar dan kini sudah menginjak stadium dua.

Secercah harapan untuk kesembuhan penyakitnya ini mulai muncul. Kehadiran komunitas Persaudaraan Pemuda Pemudi Perantau Pancur Lingga Utara (P5LU) menjadi cahaya penerang terhadap gelap yang menimpanya sejak setahun belakangan ini.

Amri Zubir mengatakan akan membantu Siti Hatati. Sebelum ada perhatian pemerintah untuk meringankan beban yang dialami korban, P5LU akan mendampingi pasien selama menjalani perawatan di rumah sakit.

“Kita memberikan bantuan, agar dapat meringankan biaya,” kata Amri Zubir

Lauru, suami Siti hatati mengaku senang atas apresiasi yang diberikan P5LU terhadap keluarganya. Dan ia berharap, ada pihak lain yang bisa membantu agar dapat meringankan beban yang dialaminya, khususnya untuk kesembuhan istri tercintanya.

Menurut Lauru, istrinya pernah dibawa berobat ke rumah sakit umum daerah (RSUD) Lingga. Hanya saja, katanya, pihak rumah sakit mengaku RSUD Lingga tidak punya dokter spesialis untuk menangani penyakit tumor otak yang dialami Hatati. Hingga, tambahnya, ia terpaksa membawanya ke Tanjungpinang untuk berobat ke RSUD Kepri.

“Kami di Tanjungpinang sejak tanggal 21 juni,” kata Lauru, selasa, 26 Juni 2018.

Diakuinya, Hatati masuk anggota BPJS, namun suaminya tidak punya dana untuk biaya hidup selama menjaga dalam masa perawatan. Rencananya akan dibawa ke rumah sakit Embung Fatimah, Batuaji, Batam. Beberapa warga yang mengenal dan memahami kondisi keluarga Hatati ini mengaku merasa prihatin dan mereka ikut membantu biaya keluarga Hatati. (muslim)

Editor :