INTERNASIONAL

Terungkap Lewat Rekaman Telepon, Polisi Ini Dibunuh Istri dan Anaknya Gara-gara Dilarang Pakai “Jeans”

Kamis | 28 Juni 2018 | 18:51

MEDIAKEPRI.CO.ID – Istri seorang polisi dan empat putrinya dituduh menyewa pembunuh bayaran untuk membunuh sang suami.

Alasan pembunuhan itu adalah untuk menguasai uang pensiun sebesar kurang lebih Rp 1,6 miliar.

Alasan lain adalah karena sang polisi melarang anak dan istrinya mengenakan celana jeans.

Kasus ini terungkap ketika jenazah Meharbaan Ali ditemukan di sebuah kanal di negara bagian Uttar Pradesh, 250 meter dari kediamannya pada Ahad, 24 Juni 2018.

Setelah jenazah Ali ditemukan, polisi langsung melakukan penyelidikan.

Misteri kematian sang polisi terungkap ketika penyidik menemukan kamera CCTV di dekat lokasi ditemukannya jenazah Ali.

Usai memeriksa rekaman CCTV, polisi kemudian menangkap sang istri Zahida Begum (52) dan para putrinya, Saba (26), Zeenat (22), Iram (19), dan Alia (18).

Kelima perempuan itu ditangkap di kediaman mereka di kota Shahjahanpur.

Dalam pemeriksaan mereka mengaku telah menyewa dua pembunuh bayaran untuk mencabut nyawa Ali.

Perwira di kantor polisi Sadar Bazaar, Daya Chand Sharma mengatakan, Begum dan keempat putrinya kesal dengan aturan ketat yang diterapkan Ali kepada mereka.

Salah satunya adalah melarang mereka mengenakan celana jeans.

“Sejak jenazah Ali ditemukan, kami sudah menduga ada anggota keluarga yang terlibat dalam masalah ini, karena jenazah ditemukan hanya 250 meter dari kediamannya,” ujar Sharma.

“Kami memeriksa semua rekaman telepon anggota keluarga Ali dan menemukan sang istri, Zahida, berulang kali menghubungi nomor telepon yang sama,” tambah Sharma.

Berdasarkan hasil penyelidikan, polisi menyimpulkan Ali tiba di kediamannya pada pukul 10.45 setelah meninggalkan kantornya pada pukul 10.00 pada Sabtu, 23 Juni 2018.

“Dua pembunuh bayaran Tahseen dan Ehsaan, diketahui memasuki kediaman Ali tak lama setelah dia tiba dan sekitar pukul 13.00 Ali dibunuh,” tambah Sharma.

“Malam harinya, kedua pembunuh itu kembali ke rumah Ali dan dengan bantuan anggota keluarga mereka membawa jenazah Ali dengan menggunakan sepeda motor dan membuangnya ke sebuah kanal,” lanjut Sharma.

Istri Ali, lanjut Sharma, membayar Tehseen dan Ehsaan sekitar Rp 20 juta.

Separuh uang untuk membayar kedua orang itu berasal dari gaji Ali yang disimpan di kediamannya.

Begum menjanjikan sisa uang untuk kedua pembunuh itu akan dibayarkan usai mereka menjalankan tugas.

Polisi menambahkan, selain soal celana jeans, Begum berharap bisa mengambil uang pensiun Ali yang akan diterima saat sang polisi meninggal dunia.

Seorang perwira polisi, Dinesh Tripathi mengatakan, ada tiga fasilitas yang akan diterima para putri Ali jika ayah mereka meninggal dunia.

“Pertama, salah satu putrinya bisa menggantikan posisinya di kepolisian. Kedua, sang janda mendapatkan uang pensiun yang besarnya separuh dari gaji,” kata Tripathi.

“Selain itu, keluarga mendiang akan mendapatkan tunjangan saat ayah mereka meninggal dunia,” tambah dia.

Sementara itu, kedua pembunuh bayaran yang menewaskan Ali sempat buron sebelum tertangkap pada Rabu, 27 Juni 2018. (***)

sumber: tribunnews.com

Editor :