Selasa | 19 Januari 2021 |
×

Pencarian

PERISTIWA

Dunia Dakwah dan Musik Indonesia Berduka, Rocker Lagendaris Hari Moekti Meninggal

MEDIAKEPRI.CO.ID, Cimahi – Dunia dakwah sekaligus musik Indonesia berduka. Pada Minggu, 24 Juni 2018, pukul 21.25 Hari Moekti mengembuskan napas terakhir karena serangan jantung.

Kabar meninggalnya Hari tersebar luas lewat pesan instan WhatsApp. Ia meninggal setelah sempat dibawa ke Rumah Sakit Dustira, Kota Cimahi.

Loading...

Kakak almarhum, Tuti, menyebutkan bahwa jenazah Hari Moekti dimandikan dan disalatkan di Kompleks Pemda Padasuka Blok H 7980 Kota Cimahi. Setelah selesai, malam ini juga akan dibawa ke Bogor untuk dimakamkan di sana esok pagi.

Tuti menceritakan, Hari tiba di The Edge, Kota Cimahi setelah Isya. Rencananya, dia akan mengisi acara di MT Nuurun Nisaa, Senin 25 Juni 2018 pagi.

Namun, manusia hanya bisa berencana, Allah yang menentukan takdir. Hari dipanggil Yang Maha Kuasa pada usia 61 tahun. Keluarga berharap, Allah mengampuni segala dosa dan menerima seluruh amal ibadah Hari.
Perjalanan karier

Hari lahir di Cimahi, 25 Maret 1957 dengan nama Hariadhi Wibowo. Nama dia berubah ketika banyak yang bertanya, Hari yang mana? Ia menjawab sekenanya, Hari yang kakaknya Moekti.

Loading...

Alhasil, dia dikenal dengan nama Hari Moekti. Sejak kecil sampai SMA, Hari tinggal di Cimahi dan Bandung. Dia kemudian ikut ayahnya yang tentara pindah ke Semarang, dan sempat bekerja di sebuah hotel selama satu tahun.

Di Kota Semarang juga karier Hari Moekti di dunia musik dimulai. Dia dan sejumlah kawannya membentuk band Darodox. Perjalanan Hari di musik berlanjut saat ia kembali ke Bandung pada 1980. Dia bergabung dengan antara lain band Orbit, Primas, dan New Bloodly. Pada 1982, Hari ke Jakarta untuk bergabung dengan band Makara.

Namun, ketika Hari memulai karier solonya, Makara bubar. Pada 1985, nama Hari makin dikenal saat bergabung dengan band Krakatau. Sejumlah album Hari yang dikenal antara lain Lintas Melawai, Ada Kamu, Aku Suka Kamu Suka, dan Satu Kata bersama band Adegan. Sebagai musisi rock, Hari telah melahirkan tujuh album.

Aksi Hari di panggung dikenal lincah karena badannya yang kecil. Suaranya pun khas karena menyanyi dengan lantang dan artikulasi yang sangat jelas. Karya terakhir dia sebelum menekuni Islam lebih dalam adalah album Di Sini.

Setelah hijrah dari rocker menjadi ustaz, Hari lebih sering tampil sebagai pendakwah. Dia berbagi pengalaman dan aktif pada sejumlah kegiatan sosial.

Selamat jalan Hari Moekti.(***)

sumber: pikiranrakyat.com

Loading...
Loading...