Minggu | 06 Desember 2020 |
×

Pencarian

PERISTIWA

Ini Kronologi Pembunuhan Sadis yang Melibatkan Bapak dan Dua Anaknya

MEDIAKEPRI.CO.ID, Kupang – Stefanus Ora (48), warga Dusun III, Desa Nekmese, Kecamatan Amarasi Selatan, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), nekat membunuh Kusnawi Bani (73), Sabtu 9 Juni 2018.

Ia membunuh tetangganya, menggunakan parang. Sebelum itu, Stefanus datang menemui Kusnami dan meluapkan emosinya. Ia marah-marah terkait masalah tanah.

Loading...

Stefanus sempat mengambil sebatang kayu hendak memukul Kusnami. Namun, ia membuang kayu dan langsung mencekik leher korban.

Kalvin Ora (23) dan Gayon Ora (20), kedua anak Stefanus, ikut membantu memukul Kusnami berulang kali.

Selanjutnya, Stefanus mengambil sebilah parang yang disisipkan di bagian pinggangnya. Ia membacok korban di leher dan wajah. Kusnami tersungkur ke tanah.

Stefanus bersama anaknya Kalvin Ora, membawa bagian tubuh korban ke Kantor Desa Nekmese.

Loading...

Pada saat itu, di Kantor Desa Nekmese terdapat lima orang saksi yang melihat kajadian tersebut. Kepala desa lantas melaporkan kejadian itu ke Polres Kupang.

Usai membunuh, Stefanus kemudian menyerahkan diri ke Markas Polsek Amarasi. Sedangkan dua anaknya, ditangkap di rumah mereka.

“Saat ini, tiga pelaku sudah diamankan di Rutan Polres Kupang, untuk diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” ujar Kasat Reskrim Polres Kupang Iptu Simson L Amalo, kepada Kompas.com, Sabtu malam.

Ia menuturkan pembunuhan itu bermula ketika Stefanus mendatangi rumah Kepala Desa Nekmese, Krisma Jems Baok, untuk memberitahukan akan membangun rumah di sebidang tanah.

Tanah itu, lanjut Simson, sama-sama diklaim milik Stefanus dan Kusnawi.

Kepala desa setempat rupanya menolak memberikan izin kepada pelaku untuk membangun rumah, karena tanah tersebut sedang bermasalah.

“Mendengar itu, pelaku lalu mengatakan akan tetap membangun rumah di tanah tersebut. Pelaku pulang. Kepala desa berangkat menuju ke kantor desa,” lanjut Simon.

Setelah sampai di rumah, Stefanus kemudian bersama dua orang anaknya menemui Kusnawi di belakang rumah korban. Saat itulah pembunuhan terjadi.(***)

sumber: kompas.com

Loading...
Loading...