Selasa | 19 Januari 2021 |
×

Pencarian

PERISTIWA

Kejam! Polisi Biarkan Seorang Perempuan Melahirkan di Halaman Kantor Polisi Tanpa Bantuan Dokter Atau Bidan

MEDIAKEPRI.COID – Kelompok hak asasi manusia di Tanzania mengecam kepolisian yang memaksa seorang perempuan untuk melahirkan di kantor polisi.

Tak hanya dilarang pergi ke rumah sakit saat hendak melahirkan, Amina Raphael Mbunda (26) juga terpaksa melahirkan tanpa bantuan dokter maupun bidan.

Loading...

Amina yang tengah hamil tua ditangkap petugas di rumahnya di distrik timur Kilombero, Tanzania, Sabtu 2 Juni 2018 pekan lalu.

Polisi sebenarnya tengah mencari suami Amina yang dicurigai telah menjadi penadah kasur curian.

Dikabarkan surat kabar Mwananchi, yang dilansir AFP, Sabtu, 9 Juni 2018, perempuan itu telah memohon kepada petugas untuk mengizinkannya ke rumah sakit karena hendak melahirkan.

Namun permohonan tersebut tidak dikabulkan oleh petugas sehingga memaksa Amina untuk melahirkan di halaman depan kantor polisi pada tengah malam.

Loading...

Kasus tersebut telah dikonfirmasi oleh komandan polisi daerah yang juga mengatakan telah membuka penyelidikan terkait insiden itu.

Kendati demikian, perlakuan yang ditunjukkan petugas kepolisian terhadap Amina sudah terlanjur memicu kemarahan kelompok hak asasi manusia di Tanzania.

Mereka menilai, sikap petugas terhadap perempuan, bahkan yang sedang hamil, sangat memalukan.

“Kepolisian sangat memalukan,” kata Helen Kijo-Bisimba, Kepala Pusat Hukum dan HAM Tanzania melalui akun Twitternya.

“Bagaimana bisa seseorang ditangkap karena pelanggaran hukum yang dilakukan oleh orang lain? Dan lagi mereka tidak menyadari jika dia akan melahirkan? Apa yang akan terjadi jika perempuan itu meninggal di kantor polisi?” lanjut Kijo-Bisimba.

Sementara itu, Koalisi Melawan Kekerasan Perempuan dan Anak-anak telah mengeluarkan pernyataan yang mengecam sikap petugas polisi yang telah menyebabkan nyawa perempuan dan bayi dalam kandungannya terancam.

“Kejadian ini menambah panjang daftar orang-orang yang menjadi sasaran kekejaman dan penghinaan yang ditimbulkan oleh polisi,” kata koalisi dalam pernyataannya. (***)

sumber: tribunnews.com

Loading...
Loading...