Selasa | 19 Januari 2021 |
×

Pencarian

PERISTIWA

Kisah Pilu, Balita Ini Meregang Nyawa Disengat Ubur-ubur saat Mandi di Pantai

MEDIAKEPRI.CO.ID – Mengajak balita liburan ke alam terbuka memang tak ada salahnya.

Tapi, banyak hal yang perlu dipersiapkan agar liburan aman dan menyenangkan.

Loading...

Orangtua harus selalu waspada dan mengawasi anak-anak agar kejadian buruk seperti anak hilang atau terluka di tempat wisata bisa dicegah.

Mungkin kisah pilu orangtua balita asal Malaysia berikut ini bisa menjadi pelajaran untuk semua orangtua di luar sana.

Terdapat luka biru lebam di antara kedua kaki gadis itu. (Istimewa)

Kisah miris ini dibagikan oleh akun Instagram @makassar_iinfo dari netizen bernama Noorhasim Mohammad pada Selasa, 26 Juni 2018.

Netizen tersebut menceritakan bagaimana kronologi seorang balita yang meninggal dunia akibat tersengat ubur-ubur di daerahnya.

Loading...

“Orang tua, sebaiknya berhati-hati jika membawa si kecil ke pantai/tanjung dan lebih mengawasi kegiatan mereka.

Pasalnya, di pantai kerap terdapat makhluk kecil yang justru mematikan,” tulis Noorhasim Mohammad.

Kejadian nahas itu bermula saat sang bocah perempuan diajak berlibur ke pantai bersama keluarganya.

Seperti pengunjung lain, keluarga itu juga asyik bermain di air.

Namun, tiba-tiba seekor ubur-ubur menyengat kaki putrinya.

Terdapat luka biru lebam di antara kedua kaki gadis itu.

Diduga warna biru tersebut merupakan racun yang dikeluarkan oleh ubur-ubur.

Orang tua segera melarikan sang balita ke rumah sakit.

Sayangnya nyawa gadis kecil itu tak dapat tertolong.

Orangtua bocah yang tak diketahui namanya itu histeris mendapati sang buah hati tak lagi bernyawa.

Ini bukanlah kasus yang pertama kalinya.

Pada tahun 2017, seorang gadis kecil yang juga berasal dari Malaysia mengalami kejadian serupa.

Kakinya membengkak dan mengeluarkan banyak guratan merah.

Di Indonesia, kasus wisatawan yang tersengat ubur-ubur juga sering terjadi.

Melansir Tribun Jogja, Sebanyak 79 kasus sengatan ubur-ubur terjadi selama libur lebaran lalu hingga hari Senin, 25 Juni 2018, dan tersebar di berbagai pantai selatan Gunungkidul.

Marjono, koordinator Sar Satlinmas Wilayah II Gunungkidul, mengatakan korban kebanyakan anak-anak karena mereka tidak tahu bahayanya sehingga ubur-ubur terinjak atau malah digunakan sebagai mainan.

“Perkiraan muncul ubur-ubur atau impes pada bulan Juli hingga Agustus,” terangnya.

Sementara itu, dari 2.000 spesies ubur-ubur, hanya 70 jenis yang serius membahayakan atau terkadang membunuh orang.

Sengatan ubur-ubur yang paling umum menghasilkan rasa sakit, gatal, dan ruam merah yang berlangsung selama beberapa hari.

Dilansir Grid.ID dari Kompas.com, ada cara paling mudah untuk mencegah sengatan racun ubur-ubur, yaitu menggunakan alas kaki.

Jika tersengat ubur-ubur, cara terbaik untuk menentukan bagaimana luka sengat seharusnya diobati adalah dengan proses identifikasi spesies oleh ahli kesehatan. (***)

sumber: tribunnews.com

Loading...
Loading...