Selasa | 24 September 2019 |
×

Pencarian

INSPIRASI

Tak Tertarik Jadi Penerima Gaji, Tukang Cuci Kendaraan Asal Bali Ini Malah Berpenghasilan Miliaran Rupiah Setiap Bulannya

Sabtu | 02 Juni 2018 | 0:30

MEDIAKEPRI.CO.ID – Kisah I Gusti Ngurah Anom, pengusaha oleh-oleh Bali yang berawal dari tukang cuci mobil.

Cerita sukses Ngurah Anom berasal dari karirnya menjadi tukang cuci mobil yang ia katakan melalui Hotman Paris Show, tayang Rabu, 30 Mei 2018.

“Saya tinggal di pos sekuriti hotel, akhirnya saya bekerja atas inisiatif saya sendiri sebagai tukang cuci mobil. Hari pertama yang saya cuci mobilnya adalah pemilik hotel,” kata Ngurah Anom.

Pemilik hotel tersebut malah menawari kerja Ngurah Anom bekerja, tetapi Ngurah menolaknya karena ia hanya ingin meminta izin menumpang di pos sekuriti untuk ikut membersihkan halaman, kebun serta mencuci mobil pemilik hotel tersebut.

Penghasilan Ngurah Anom ketika mencuci mobil ternyata lebih besar dibanding uang saku yang diberikan kedua orangtuanya saat bersekolah dulu.

Saat bersekolah, Ngurah Anom mendapatkan Rp 100 rupiah, sedangkan penghasilan ketika mencuci mobil, ia mendapatkan Rp 2.000 hingga 5.000 per hari.

Pekerjaan sebagai tukang cuci mobil ini ia kerjakan selama 2 tahun.

Dari hasil kerjanya menjadi tukang cuci mobil, Ngurah Anom berhasil menabung dan membeli sepeda motor.

Setelah memiliki tabungan yang cukup, Ngurah Anom berhenti menjadi tukang cuci mobil dan mulai mencari pekerjaan lain.

“Udah ada tabungan, udah bisa beli motor mulailah cari pekerjaan yang jelas dan memiliki skill. Pertama kali saya bekerja di Bali itu di konveksi Sidharta,” kata Ngurah Anom.

Selama bekerja di konveksi Sidharta, Ngurah Anom ikut tinggal di konveksi tersebut bersama dengan pemiliknya.

Setelah selesai bekerja, Ngurah Anom memanfaatkan waktu untuk belajar menjahit, motong kain, dan sablon.

Atas inisiatifnya tersebut, Ngurah Anom dipercaya oleh pemilik konveksi dan lancar menjahit, memotong, dan sablon dalam waktu enam bulan.

Setelah bekerja kurang lebih empat tahun, Ngurah Anom mulai mendirikan konveksi sendiri di tahun 1994.

“Tahun 1994 mulai mendirikan konveksi sendiri, satu-satunya konveksi terbesar di Bali adalah Sidharta, tapi setelah itu perkembangan konveksi saya semakin bagus. Tahun 2001, dua konveksi terbesar di Bali yang pertama adalah Cok Konveksi (milik Ngurah Anom) dan baru konveksi Sidharta,” tambah Ngurah.

Setelah sukses dengan Cok Konveksi, Ngurah Anom baru membuka Krisna Oleh-oleh.

Saat ini Krisna Oleh-oleh telah memiliki 5 outlet di Bali, sedangkan cabang outlet keseluruhan 23 outlet dan di akhir tahun akan berkembang menjadi 29 outlet.

Sedangkan untuk 5 outlet yang ada di Bali, Ngurah Anom menyebutkan omzet per bulannya rata-rata Rp 18 miliar di hari biasa, sedangkan untuk musim liburan bisa mencapai Rp 20-25 miliar.

Sedangkan untuk margin bersih yang diterima Ngurah Anom adalah lima persen.

“Kalo di retail itu marginnya lima persen, jadi tinggal dikalikan aja Rp 25 miliar kali lima persen,” tambah Ngurah.

sumber: posbelitung.co

Editor :