KRIMINALITAS

Perempuan Ini Tewas Dijambret, Keluarga: “Bukan Resepsi Pernikahan, tapi Pemakaman yang Keluarga Hadiri”

Senin | 02 Juli 2018 | 21:36

MEDIAKEPRI.CO.ID – Gunardi (34), sahabat Warsilah (36), yang juga tetangganya menceritakan Warsilah setiap hari selalu membeli sesuatu di warungnya.

Saat itu pula Gunardi beserta istrinya, Ade Irmawati (36) sering meledek Warsilah yang tak kunjung menikah meski umurnya sudah menduduki kepala tiga.

“Saya, istri saya dan almarhumah memang sahabat. Dari kecil kami main, beliau memang orang sini. Jadi kami tahu betul bagaimana almarhumah. Saya sering ledekin setiap hari kalau beli ke warung, ‘kapan nikah nih?’ Enggak percaya saya beliau sudah enggak ada,” kata Gunardi di Jalan Kebon Nanas Utara, Jakarta Timur, Senin, 2 Juli 2018.

Saat itu, Warsilah hanya tersipu malu. Hingga kemudian ia memutuskan untuk menikah dengan seorang pria pada 16 Agustus 2018.

“Pacaran baru sebentar, paling tiga bulan. Terus langsung mau nikah Agustus nanti,” katanya.

Segala keperluan terkait kelengkapan dokumen sedang diurus oleh keluarga Wasilah.

Ia berencana untuk menikah di kampung halamannnya di Semarang.

“Sudah diurus semua, tinggal surat pengantar RT dan RW di sini saja yang belum. Karena dia mau menikah di kampung,” kata Ade.

Sayangnya, bukan resepsi pernikahan yang dihadiri oleh keluarganya di Semarang, melainkan pemakaman wanita yang bekerja sebagai penjaga toko mainan tersebut.

Kasubag Humas Polres Metro Jakarta Pusat Komisaris Suyatno membenarkan adanya korban jambret yang meninggal akibat terjatuh di jalan layang saat tarik-menarik di jalan layang Jalan Ahmad Yani, Cempaka Putih, Jakarta Pusat.

“Ya benar. Korban tewas setelah terjatuh dari flyover (jalan layang) karena tarik-tarikan ponsel dengan pelaku.

Kemudian, korban bernama Warsilah (36) mengalami luka di bagian kepala.

Ia sempat dirujuk ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusomo (RSCM). Namun saat diperjalanan, nyawanya tak tertolong. (***)

sumber: tribunnews.com

Editor :