REGULASI

Dugaan Surat Keterangan Tidak Mampu Palsu, Warga Putuskan Lapor Polisi

Sabtu | 07 Juli 2018 | 14:52

MEDIAKEPRI.CO.ID, Blora – Salah satu orang tua calon siswa yang gagal lolos dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di SMK Negeri 1 Blora, memilih melapor ke polisi. Dia menengarai dugaan penerbitan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) yang tidak sesuai fakta.

Priyanto Muda Prasetya, menyayangkan penggunaan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) yang menurutnya banyak tak sesuai. Dia kemudian memutuskan membuat laporan kepada pihak kepolisian, dengan dugaan pembuatan SKTM yang tidak sesuai fakta.

“Indikasinya itu jelas SKTM-nya abal-abal, alias aspal. Angka kemiskinan di Blora kan cuma 13 persen, mosok dari sekian banyak murid hampir 100 persen pakai SKTM semua. Dalam hal ini bisa dikatakan orang miskin semua ini,” terangnya kepada detikcom, Sabtu 7 Juli 2018.

“Ada 14 poin yang menjadi indikator miskin, dan itu tidak masuk kategori itu semua. 100 persen pendaftar yang diterima itu karena SKTM, padahal danemnya rendah,” lanjutnya.

Priyanto mengatakan, anaknya semula mendaftar di SMK Negeri 1 Blora. Namun kemudian dicabut karena berada di urutan bawah, kalah dengan para siswa yang mendaftar menggunakan SKTM meskipun nilai akhir mereka lebih rendah dari anaknya.

“Anak mendaftar di SMK 1, nilai akhirnya 20 lebih. Terakhir posisinya ada di bawah karena tidak ada SKTM. Dikalahkan sama yang bawa SKTM meskipun nilainya di bawah anak saya. Malah ada yang cuma nilai 18 tapi masuk peringkat dua,” katanya.

Karena tak lolos dalam PPDB SMK N 1 Blora, rencananya Priyanto akan mengalihkan anaknya untuk masuk di pondok pesantren.

Kasatreskrim Polres Blora, AKP Heri Dwi Utomo, saat dikonfirmasi mengaku akan langsung melakukan tindak lanjut atas pelaporan tersebut hari ini juga. Diawali dengan penyelidikan, para orang tua murid pemilik SKTM akan diperiksa satu persatu di rumah masing-masing.

“Ini kami langsung lidik, mengumpulkan data-data siswa yang lulus menggunakan SKTM dan akan kami cek satu per satu ke rumah siswa tersebut,” jelasnya. (***)

sumber: detik.com

Editor :