KRIMINALITAS

Pamit Kedukun Pijat, Pria Ini Dibacok Pria Tak Dikenal, Ternyata Ini Ceritanya

Sabtu | 07 Juli 2018 | 13:25

MEDIAKEPRI.CO.ID, Situbondo – Setelah sempat kabur, pelaku pembacokan di Situbondo berhasil diamankan pihak kepolisian. Pelaku bernama Miswandi (35), memilih menyerahkan diri ke polisi setelah semalaman bersembunyi di dalam hutan, tak jauh dari rumahnya di Desa Jatisari Kecamatan Arjasa.

Dari tangan Miswandi polisi menyita sebilah celurit yang digunakan menganiaya M Yama (33), juga warga Desa Jatisari. Akibat aksi main bacok itu, selain tiga jari tangan Yama putus, bagian telapak tangan, paha, lalu lengan, dan dada samping juga terluka parah. Hingga kini, korban dalam perawatan medis di RSUD dr Abdoer Rahem Situbondo.

“Pelaku pembacokan yang TKP Jatisari sudah kita amankan pada Jumat, 6 Juli 2018 sore kemarin. Sekarang masih dalam pemeriksaan penyidik,” kata Kasatreskrim Polres Situbondo, AKP Masykur kepada detikcom, Sabtu, 7 Juli 2018.

Keterangan yang diperoleh detikcom menyebutkan, motif asmara menjadi pemicu terjadinya aksi pembacokan di Situbondo. Miswandi (35), langsung kalap saat melihat Yama keluar dari rumah istrinya, Miswati (31). Tanpa pikir panjang, pelaku mencegat korban yang mengendarai sepeda motor, lalu membacok-bacokkan celuritnya.

“Kaule pajet tak niat mateana, malle arassaagi sakekna kaadhek (Saya memang tidak berniat membunuhnya, biar dia merasakan sakitnya dulu, Red),” kata Miswandi dengan bahasa Madura.

Sebelum peristiwa pembacokan terjadi, pelaku dan istrinya memang pisah ranjang sejak sekitar setengah bulan lalu. Miswandi mengaku ditolak saat akan pulang ke rumahnya. Karena itu, dia pun memilih pulang ke rumahnya sendiri, yang jaraknya hanya sekitar setengah kilometer dari rumah istrinya.

Namun, sejak pisah ranjang itu Miswandi mengaku berhasil membawa ponsel milik istrinya. Nah, dari ponsel itulah Miswandi mencurigai adanya hubungan terselubung istrinya dengan pria lain. Puncaknya terjadi Kamis, 5 Juli 2018 malam, saat ponsel istrinya tiba-tiba berdering. Miswandi pun mengangkat telepon tersebut.

Agar tak curiga, pelaku menjawab dengan suara perlahan dan dibikin mirip suara perempuan. Tak disangka, saat itulah terdengar suara pria yang mengatakan akan datang ke rumah istri pelaku. Miswandi pun mengiyakan. Namun selang beberapa saat usai menerima telepon, sambil menenteng celurit pelaku mendatangi rumah sang istri yang tinggal bersama neneknya.

Benar saja, saat tiba di depan rumah sang istri, Miswandi melihat pria lain keluar dari rumah tersebut. Tanpa pikir panjang, pelaku langsung mencegat dan membacoknya.

“Kaule tak oning ka lalakek genika. Abit napa enten e delam gi kaule tak oning. Kaule nangale pon kaluar deri compok (Saya tidak tahu sama pria itu. Lama atau tidak dalam rumah itu saya juga tidak tahu. Saya hanya melihat dia keluar dari rumah, Red),” tandas Miswandi yang tak bisa berbahasa Indonesia itu.

Usai membacok korbannya, Miswandi mengaku langsung pulang ke rumahnya sendiri sebelum memutuskan sembunyi di hutan. Pelaku nekat kabur ke hutan karena khawatir dihakimi massa dari kerabat dan keluarga korban. Karena itu, setelah merasa aman pelaku segera menyerahkan diri ke polisi.

Kasatreskrim AKP Mansyur mengatakan, pihaknya masih menyelidiki pengakuan pelaku tersebut. Termasuk, apakah benar korban adalah pria yang berbicara di ujung telepon akan mendatangi rumah istri pelaku, atau bukan. Semuanya masih akan didalami.

“Kami juga masih akan memintai keterangan korban, yang saat ini masih dalam perawatan. Yang jelas, dengan perbuatannya pelaku ini akan dijerat pasal 351 KUHP,” tegas Masykur.

Sebelumnya, niat hati ke dukun pijat, tidak tahunya malah jadi korban pembacokan. Inilah yang dialami M Yama, warga Desa Jatisari, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Situbondo.

Pria 33 tahun itu mengaku dihadang dan dibacok celurit oleh pria tak dikenal saat ia berangkat menuju dukun pijat. Pembacokan sendiri berlangsung di tengah jalan desa setempat. (***)

sumber: detik.com

Editor :