KRIMINALITAS

Nasib Tragis Residivis Curanmor Ini Tewas Didor

Minggu | 08 Juli 2018 | 12:46

MEDIAKEPRI.CO.ID, Tangerang – Residivis pencuri kendaraan bermotor di Curug, Tangerang, Banten, ditembak mati saat diminta menunjukkan barang bukti kejahatan. Sementara itu, polisi telah mengamankan 11 unit sepeda motor hasil curian dari komplotan spesialis pencurian sepeda motor tersebut.

Kanit Reskrim Polsek Curug Iptu Totok Ryanto menuturkan, pengungkapan kasus bermula dari informasi masyarakat yang curiga dengan aktivitas pemuda di salah satu rumah kontrakan di Curug.

“Kontrakan itu sering dijadikan tempat berkumpul remaja, yang sering gonta ganti motor,” kata Totok, Ahad, 8 Juli 2018.

Benar saja, petugas mendapati satu motor jenis matik warna merah yang bagian mesin juga body motor sedang dicopot.

“Motor ini ternyata setelah dilakukan pengecekan, merupakan motor yang dilaporkan pernah hilang karena dugaan dicuri. Satu pelaku atas nama Boim kami amankan di TKP,” ucap dia.

Kemudian diamankan seorang pelaku lain, Buyung, yang diakui Boim pernah melakukan tindak pidana kejahatan serupa di wilayah Curug.

“Pelaku Buyung mengaku sepeda motor hasil kejahatanya itu, dijual kepada seseorang di wilayah Tenjo, melalui Facebook. Penadahnya masih kami buru,” kata Totok.

Kemudian Polisi mengembangkan otak dari pelaku kejahatan tersebut. Petugas mendapati pelaku Deni Andika, yang diketahui pernah mendekam di tahanan karena perbuatan serupa di Polres kota Tangerang Kabupaten beberapa waktu lalu.

Saat diamankan, polisi mendapati Deni Andika bersama pelaku lain Aang Sanjaya yang diperintah untuk menjual barang curian kepada pemesannya.

“Saat diminta menunjukkan barang bukti hasil kejahatanya, pelaku Deni Andika berusaha melawan petugas dan merebut senjata api milik anggota, sehingga oleh anggot yang lain diberikan tindakan tegas dengan menembak pelaku dan mengenai dada kiri. Pelaku tewas di tempat,” jelasnya.

Totok mengungkap, para pelaku sudah menjual sembilan unit sepeda motor berbagai jenis dengan harga Rp2,5 juta sampai Rp3,5 juta.

“Deni Andika juga pernah melakukan tindak pidana kejahatan serupa, di wilayah Jakarta Barat dan Kemayoran, Jakarta Pusat. Akibat perbuatannya, para pelaku dijerat pasal 363 KUHPidana dengan ancaman penjara 7 tahun,” tandasnya. (***)

sumber: metrotvnews.com

Editor :