RAGAM

Tragis, Ular yang Dipeliharanya Itu Malah Membunuhnya

Senin | 09 Juli 2018 | 12:47

MEDIAKEPRI.COID, Palangkaraya – Suasana duka tampak di Ruang Kamboja kamar jenazah RS Doris Sylvanus Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Senin, 9 Juli 2018 pagi.

Keluarga pemilik ular King Cobra yakni, Rizki Ahmad (19) tampak sedih, karena korban gigitan ular yang telah di rawat selama satu hari satu malam, tersebut akhirnya menghembuskan nafas terakhir dalam perawatan di RS milik Pemerintah Kalteng tersebut.

Pihak rumah sakit sudah berupaya keras dalam membantu korban Rizki sejak awal masuk RS, Ahad, 8 Juli 2018 pagi sesaat setelah korban di patuk ular piaraanya sendiri ketika berada di lokasi car free day (CFD) Bundaran Besar Palangkaraya.

Rizki mendapatkan ular tersebut dari hasil tangkapannya ketika membantu warga Jalan Danau Rangas Kelurahan Bukittunggal Kecamatan Jekanraya, Palangkaraya yang saat itu kebanjiran.

Ular King Cobra dengan panjang tiga meter dan masih berbisa dengan tiga taring di mulutnya, saat itu tersangkut di jaring ikan yang dipasang warga di bawa rumah yang terendam banjir, Rabu, 2 Mei 2018 Lalu.

Saat itu, pemilik rumah ketakutan, sehingga akhirnya Rizki Ahmad yang tinggal di bantaran Sungai Kahayan tak jauh dari lokasi penemuan ular dipanggil untuk membantu.

Putra dari Suwardi Duyen dan Arbainah ini, datang kemudian menangkap ular tersebut tanpa rasa takut, sehingga akhirnya ular King Cobra tersebut dipeliharanya dan dilatihnya hingga akhirnya jinak.

Namun apes yang terjadi, saat dia membawa ular King Cobra di Bundaran Besar Palangkaraya, saking keasyikan ngomong lupa ular tersebut lepas dan mematuk lengan kanannya.

Kepada Tribun Kalteng.com, Suwardi Duyen, Bapak korban, mengatakan, ikhlas atas wafatnya Rizki.

“Meskipun berat , tapi ini adalah kehendak Allah taala, kami ikhlaskan,”ujarnya saat ditemui di kamar jenzah RS Doris Sylvanus Palangkaraya.

Rizki meninggal dunia Senin, 9 Juli 2018 pukul 08.30 WIB, dia sempat dirawat di RS, namun racun ular King Cobra yang menggigit lengannya sudah menyebar hingga memecahkan pembuluh darahnya, hingga kondisi terakhir sebagian tubuh korban membiru, dampak racun King Cobra.

Kepada orang tuanya, Rizki berpesan agar ular King Cobra yang telah membunuhnya tersebut jangan dibunuh, dan dibiarkan dikembalikan ketempat awal ditemukan.

“Pesannya begitu, jikapun tidak, ular itu diserahkan saja ke lembaga yang berwenang,”ujarnya.

Menurut Bapaknya, Rizki sudah berani memelihara ular sejak umur enam tahun sehingga di rumahnya ada sekitar enam ular jenis Piton besar dan kecil hingga terakhir Ular King Cobra sepanjang tiga meter yang dipeliharanya, hingga akhirnya merunggut nyawanya. (***)

sumber: tribunnews.com

Editor :