KRIMINALITAS

Pelaku Mutilasi Hanya Dihukum Segini, Keluarga: “Tak Adil”

Sabtu | 14 Juli 2018 | 12:43

MEDIAKEPRI.CO.ID, Pati – Keluarga sales cantik, Siti Saidah alias Nindya, korban mutilasi oleh suaminya sendiri yakni M Kholili, tak terima dan kecewa karena pelaku hanya dituntut hukuman 14,5 tahun penjara. Tuntutan sebesar itu belum memenuhi rasa keadilan.

Ayah korban, Saryadi mengaku kecewa hasil sidang pembacaan tuntutan telah dilakukan di PN Karawang pada Selasa, 10 Juli 2018 lalu. Ia menilai, tuntutan 14,5 tahun penjara belum mewakili rasa keadilan hukum di negara ini. Selain itu pasal yang didakwakan bukan pembunuhan berencana namun masalah Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

“Kalau masalah hukuman cuma 14,5 tahun itu ya saya keberatan. Kalau hukuman seumur hidup paling tidak sesuai dengan umurnya saat ini, itu baru adil,” terangnya saat ditemui detikcom di rumahnya, Desa Srikaton RT 1 RW 5 Kecamatan Kayen, Pati, Sabtu, 14 Juli 2018.

Saryadi menganggap, tuntutan yang dilayangkan kepada terdakwa kurang tepat. Apalagi, pasal yang didakwakan terhadap terdakwa justru kekerasan dalam rumah tangga.

“Kalau kekerasan rumah tangga tidak menyebabkan sampai kehilangan nyawa, hukuman segitu itu tidak masalah. Tapi ini anak saya dibunuh, bahkan sampai dimutilasi dibakar, apa tidak keji itu,” terangnya.

Ia meminta agar peradilan di Indonesia bisa lebih memberikan payung hukum yang adil atas kasus kematian anaknya tersebut.

“Saya tidak bawa advokat atau apa untuk menuntut, kan saya bukan ingin menuntut. Tapi saya hanya ingin ada keadilan di negara ini,” tegasnya.

Saryadi mengaku pada awalnya pelaku termasuk melakukan pembunuhan berencana. Namun setelah sidang justru masalah KDRT.

“Ya kan awalnya duli dikiranya itu masuk ke pembunuhan berencana. Tapi ternyata ini masuknya justru ke KDRT,” katanya.

Menurut Saryadi, jika tuntutan atas pertimbangan bahwa tersangka masih memiliki tanggungan seorang anak, hal itu justru dibantahnya. Ia menyebutkan, sejak kejadian sang anak sudah langsung dipulangkan ke Pati dan kini dinafkahi oleh Saryadi yang merupakan kakeknya.

“Lha justru tanggungannya sekarang melimpah ke saya selaku kakeknya. Ya saya tidak masalah, tapi apa bisa hal itu jadi pertimbangan. Toh sekarang saya yang menafkahi anak ini,” paparnya.

Tak hanya anak yang kini dinafkahi oleh Saryadi dan istrinya, Nyami. Ia mengaku ada tanggungan lain yang dibebankan kepadanya seperti bank dan kredit motor.

“Ada bank itu saya yang nyelesaiin, sudah saya lunasi. Yang kredit motor ninja sempat dilimpahkan ke saya, ya saya keberatan sudah saya biarkan disana (tanggungan tersangka),” katanya. (***)

sumber: detik.com

Editor :