RAGAM

Tips Menyikapi Anak yang Memukul Orang Lain saat Marah

Sabtu | 14 Juli 2018 | 19:20

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Anak sedang marah lantas dia melempar memukul atau mencakar orang lain bahkan kita, bundanya. Duh, pasti kita kesal ya, Bun. Tapi tahan diri yuk agar bisa menyikapi dengan tepat ketika anak memukul atau mencakar karena marah.

Menurut psikolog anak dan remaja, Ratih Zulhaqqi, untuk menyikapinya kita perlu memberi anak kesempatan meredam amarahnya. Kemudian, sampaikan ke anak dia bisa menyampaikan perasaannya secara verbal.

“Anak umur 3 tahun mereka udah bisa mengungkapkan dengan verbal kalau marah. Tapi misalkan yang lebih cepat untuk mengungkapkan marahnya adalah fisik daripada verbal, berarti energinya nggak keluar dengan optimal.

Apalagi anak laki-laki ya, energinya besar,” kata Ratih dalam Cerita Bunda bersama HaiBunda dan Morinaga Platinum di Kembang Kencur, Pejaten, Jakarta Selatan, Sabtu 14 Juli 2018.

Menyalurkan energi bisa dilakukan anak dengan melakukan aktivitas fisik dan positif. Misalnya berenang, lari-larian, dan menari. Respons ketika anak memukul saat marah juga berlaku ketika anak melempar-lempar barang di sekitarnya karena marah.

Dalam kondisi begitu, Ratih bilang orang tua perlu tarik napas dulu, Bun. Prinsipnya sama ketika anak tantrum, bunda jangan tantrum. Kalau ikutan tantrum, biasanya anak akan mengulangi tindakannya karena mereka merasa diperhatikan.

Kata Ratih, kita perlu kasih tahu ke anak kalau barang itu nggak perlu dilempar-lempar. Tapi, anak perlu mengekspresikan perasaan marahnya. Ini sama saja dengan ketika anak tantrum sampai guling-guling, Ratih bilang orang tua nggak perlu mengganti ekspresi yang berlebihan karena anak juga belajar dari ekspresi kita, Bun.

Jadi, tunjukkan ke anak oke kalau dia marah dan bunda tau kok dia sedang marah. Dengan nggak ikut ‘tantrum’ kita kasih kesempatan ke anak untuk meredakan amarahnya.

“Dengan stay cool kita tunjukkan ke anak marahnya dia nggak bikin kita marah. Saat marahnya udah reda baru kita kasih pemahaman,” kata Ratih yang praktik di RaQQi Human Development and Learning Centre ini. (***)

sumber: haibunda.com

Editor :