PRESTASI

Ini Seli, Kegemarannya Nonton Film Kartun Mengantarkannya Ke Jepang Mengikuti Lomba Pidato Bahasa Jepang Mewakili Indonesia

Selasa | 24 Juli 2018 | 8:43

MEDIAKEPRI.CO.ID, Kudus – Seorang gadis asal Kudus, Jawa Tengah siap berangkat ke Jepang sebagai wakil Indonesia. Di sana, dia akan unjuk kebolehan berpidato Bahasa Jepang melawan peserta lainnya dari negara-negara ASEAN.

Namanya Seli Inayanti, warga Desa Jati Kulon, RT 5 RW 2, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus. Anak keempat dari pasangan Rohmad dan Sulastri ini bakal berangkat ke Tokyo, pertengahan Oktober tahun ini.

Seli yang tak mampu menyembunyikan rasa semringahnya. “Bahagia bisa mewakili Indonesia di lomba pidato di Jepang nanti,” tutur dara kelahiran Kudus, 6 Maret 1997 saat ditemui di rumahnya, Senin, 23 Juli 2018.

Mahasiswi semester empat, Prodi Pendidikan Bahasa Jepang, Jurusan Bahasa dan Sastra Asing, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang (Unnes) tidak menyangka kalau bisa mendapat kesempatan seperti ini. Soalnya dia mengakui jika peserta lomba di Indonesia yang lain juga mempunyai kemampuan hebat.

“Tapi, Alhamdulillah hasil memang tidak mengkhianati proses,” kata Seli.

Dia menceritakan sekilas perjalanannya, terakhir mengikuti penyisihan lomba pidato tingkat Jateng itu yang ke-8 pada 12 Mei 2018 di Unnes. Kemudian, di Jakarta tanggal 14 Juli mewakili Jateng ikut lomba pidato Bahasa Jepang tingkat nasional yang ke-47.

“Jadi saya lomba dulu di Unnes (penyisihan Jateng) lomba pidato bahasa Jepang ke-8 dan menang. Baru saya mewakili Jateng di Jakarta ikut lomba pidato bahasa Jepang yang ke-47,” terangnya.

Dia juga menceritakan, dalam satu minggu latihan 5-6 hari. Pada akhir pekan, dia istirahat menenangkan pikiran. Dalam seminggu dia latihan bersama dosen kurang lebih 3 kali, sisanya dia latihan sendiri.

“Saya pernah dimarahin ibu gara-gara jarang tidur dan sakit gara-gara latihan,” bebernya.

Bahkan, dia pernah sampai demam seminggu, karena di kos, makan dan tidur tidak teratur dan makan makanan instan.

“Alhamdulillah nggak sampai masuk rumah sakit. Waktu itu cuma salah pola latihan,” ungkap Seli.

Dia berencana menceritakan materi pidatonya di Jepang tentang pekerjaan sang ayah sebagai pengepul sampah plastik. Dulu dia sempat malu dengan pekerjaan ayah. Namun, kini dia tak malu lagi.

“Perubahan itu saya ceritakan di pidato saya,” beber seli.

Dia mengungkapkan jika kemahiran berbahasa Jepang Seli dimulai sejak duduk di bangku sekolah yakni sering menonton video anime Jepang. Kemudian ada rasa senang. Dan akhirnya saat melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi.

“Dulu sering nonton film anime, terus ingin belajar bahasa Jepang. Film anime yang sering saya tonton itu seperti Spirited Away,” kata dia. (***)

sumber: detik.com

Editor :