TANJUNG PINANG

Agung: Tuduhan Gratifikasi Kepada Mantan Timsel Bawaslu Kepri Salah Alamat

Sabtu | 28 Juli 2018 | 1:12

MEDIAKEPRI.CO.ID, Tanjungpinang  –  Mantan peserta calon anggota Bawaslu Kepulauan Riau,  Widiyono Agung akhirnya angkat bicara terkait dugaan gratifikasi yang dialamatkan kepada mantan timsel Bawaslu Kepri dari Komisioner Bawaslu Kepri.

Agung yang saat ini sebagai Komisioner KPU Kepri menilai tuduhan gratifikasi kepada mantan timsel Bawaslu Kepri adalah salah alamat. Dia juga menyayangkan ada pihak-pihak lain yg sengaja menggoreng isu ini termasuk pejabat teras di Kepri. Padahal masih ada lagi tugas lain yang belum diselesaikan.

Sebab, kata Agung, beberapa hari belakangan, publik tepatnya sekelompok orang sedang getol memboncengkan soal kasus yang menimpa kepada mantan timsel Bawaslu Kepri.

“Sebagai salah satu peserta yang masuk di tahap akhir (2 x jumlah yang dibutuhkan), saya turut prihatin.  Saya tahu persis bagaimana karakter dari kelima timsel saat itu.  Jangankan meminta untuk dibayarin makan minum saat jumpa di kedai kopi,  justru timsel yang terlebih dahulu membayari.  Begitulah sosok timsel yang saya ketahui pada saat mengikuti seleksi calon anggota bawaslu,” ungkap Agung, Jumad, 27 Juli 2018.

Agung menambahkan, secara pribadi, dirinya menyayangkan ada pihak-pihak yang mempolitisir kasus pemberian cinderamata. Agar diketahui oleh publik, lanjut Agung, bahwa kerja timsel pada saat itu berakhir pada tanggal 31 Agustus 2018. Sementara pemberian cenderamata terjadi pada tanggal 11 November 2018.

BACA: Dugaan Gratifikasi Tak Terbukti, Mantan Timsel Bawaslu Kepri Segera Lapor Balik

“Dengan demikian maka praktis mereka yang menerima tidak masuk dalam kategori dipengaruhi, karena timsel sudah tidak punya kewenangan lagi dalam menentukan 3 komisioner terpilih,” jelas Agung.

Perlu diketahui, lanjut Agung, bahwa yang menentukan 3 orang terpilih saat ini adalah komisioner Bawaslu RI,  bukan tim seleksi.  Tim seleksi hanya mengajukan 6  nama ke Bawaslu RI termasuk dirinya ada didalamnya.

“Jadi sekali lagi saya menyayangkan ada pihak pihak lain yg sengaja menggoreng goreng isu ini termasuk pejabat teras di kepri,  padahal masih ada lagi tugas lain yang belum diselesaikan,” ucap Agung lagi. (muslim)

Editor :