RAGAM

Ini Ardan, Bayi Atresia Bilier Butuh Cangkok Hati dan Biaya

Sabtu | 28 Juli 2018 | 1:25

MEDIAKEPRI.CO.ID, Surabaya – Sepekan terakhir, Mohammad Ardan Fahresi menjadi perbincangan karena kondisinya yang memilukan. Si kecil mengidap penyakit bernama atresia bilier yang berarti gangguan pada organ hatinya.

Kisah tentang Ardan viral di Facebook dan grup WhatsApp. Karena penyakitnya itu, Ardan disebut membutuhkan biaya hingga Rp 1,5 miliar untuk bisa menjalani operasi transplantasi hati.

Menurut cerita sang ayah, tubuh Ardan diketahui sudah berwarna kekuningan sejak lahir.

“Mulai dari umur 3 hari sudah kuning seperti itu,” ungkap Hussein kamis 25 JUli 2018.

Hussein tak tahu persis apa itu atresia bilier. Ia hanya tahu perut putranya yang membengkak dan terus menangis lantaran menahan sakit.

“Dari sejak lahir ya saya periksakan ke dokter. Sampai sekarang sudah keluar masuk rumah sakit berapa kali,” tuturnya.

Hingga akhirnya Ardan dibawa ke RSUD Dr Soetomo pada hari Ahad, 22 Juli 2018 yang lalu karena napas Ardan yang mulai berat.

Dari penjelasan dokter, Hussein diberitahu napas Ardan yang berat disebabkan karena penyakitnya memicu penyumbatan pada saluran empedu. Akibatnya cairan empedunya naik dan salah satu dampaknya adalah gangguan pada pernapasannya

Untuk itu, saat dihubungi detikcom, Hussein mengatakan Ardan masih saja menjalani pengambilan cairan dari perutnya.

“Sekarang sih kondisinya ya masih lemas gitu. Barusan diambil cairan yang dalam perutnya itu sebagian. Katanya supaya nafasnya nggak terlalu berat,” kata Hussein.

Hussein mengaku sempat khawatir karena setelah prosedur itu dilakukan, putranya itu tak menangis sekencang biasanya.

“Nggak tahu ini pengaruh obat atau enggak. Tapi satu hari ini nangisnya enggak bisa keras kayak biasanya cuma merengek aja,” lanjutnya.

Namun ia berusaha untuk tetap berpikir positif.

Kasi Yanmed RSUD Dr Soetomo, dr Tri Wahyu menjelaskan, Ardan membutuhkan operasi transplantasi atau cangkok hati karena itu adalah satu-satunya solusi untuk pasien atresia bilier. RSUD Dr Soetomo sendiri sudah berpengalaman dalam menangani anak dengan atresia bilier.

“Iya, kalau memang itu atresia bilier terapi utamanya adalah cangkok hati. Oleh karena itu kalau cangkok hati akan ditangani tim cangkok hati RSU dr Soetomo,” ungkapnya.

Meski demikian Tri mengatakan ada sejumlah kendala yang perlu diperhatikan seperti pendonor yang sulit dicari, tingkatan penyakit dan timing operasi yang akan memengaruhi proses penyembuhan. (***)

sumber: detik.com

Editor :