Sabtu | 19 Oktober 2019 |
×

Pencarian

NEWS

Aih Jorok, Darah Menstruasi Dijadikan Pupuk, Ini Komentar Ahli

Selasa | 24 Juli 2018 | 20:42

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Di dunia maya beberapa orang membagikan pengalamannya saat memakai pupuk yang tidak biasa, yaitu darah menstruasi mereka sendiri. Ini karena darah menstruasi dianggap sebagai bahan ‘organik’ yang ramah lingkungan.

Caranya dengan darah menstruasi dikumpulkan pada satu wadah, diencerkan dengan air, lalu diberikan pada tanaman. Orang-orang yang melakukannya mengaku tanaman mereka bisa tumbuh subur dengan pupuk ini.

Bagaimana penjelasan ahli dibalik tren ini? Ahli mikrobiologi dan tanah Dr Oliver Knox mengatakan keefektifan darah menstruasi sebagai pupuk nyatanya sulit untuk diukur.

Memang darah bisa mengandung sodium, besi, dan kalsium yang bagus untuk tanaman namun kadarnya bisa berbeda-beda bagi tiap orang.

Karena komposisi darah tidak selalu sama dan sulit diprediksi maka kecil kemungkinannya pupuk tersebut bisa membuahkan hasil yang diinginkan.

Belum lagi adanya risiko untuk penyebaran patogen berbahaya dalam darah seperti HIV dan Hepatitis. Di rumah sakit misalnya darah dianggap sebagai limbah biologis berbahaya sehingga mendapat penanganan khusus dari para tenaga kesehatan.

“Anda tidak tahu apa yang ada di dalam darah itu dan apa yang bisa tumbuh darinya. Kecuali darah disimpan dengan benar, seperti saat dikoleksi atau dikumpulkan untuk donasi atau tes patologi, bakteri dan hal berbahaya lainnya bisa tumbuh,” kata ahli kimia Dr Amy Heffernan seperti dikutip dari ABC Australia, Selasa, 24 Juli 2018. (***)

sumber: detik.com

Editor :