Rabu | 02 Desember 2020 |
×

Pencarian

Ditelepon Tak Diangkat, Di SMS Tak Dibalas, Teknisi PLN Itu Ditemukan Tewas Tergantung

MEDIAKEPRI.CO.ID, Surabaya – Peristiwa gantung diri terjadi di Surabaya dan mengejutkan warga Jl Ploso Timur III, Rabu, 25 Juli 2018 pagi.

Angga Riski Pratama (24), asal Bagelenan, Srengat, Kabupaten Blitar ditemukan gantung diri di kamar kos.

Loading...

Teknisi PT PLN ditemukan tewas menggantung pakai tali di kamar lantai kos-kosan.

Peristiwa gantung diri diketahui kedua orang tuanya, Muhammad Karli (48) dan Ny Sulastri (47).

Keduanya datang dari Blitar untuk menjenguk anaknya lantaran dihubungi melalui ponsel sejak Selasa, 24 Juli 2018, tapi tidak bisa dan tak diangkat.

“Di telpon tak bisa, di SMS juga tidak dibalas,” aku Karli, di lokasi kejadian, Rabu, 25 Juli 2018.

Loading...

Karena dihubungi tak bisa, kedua orang tua Angga, Karli dan Sulastri memutuskan ke Surabaya dengan tujuan menemui anaknya.

Begitu tiba di rumah kos anaknya, kedua orangtuannya tidak bisa masuk karena kamar dikunci.

“Saya intip kamar anak saya, ternyata anak saya gantung diri,” ucap Karli sedih.

Karli menjelaskan, anaknya itu rencananya akan melangsungkan pernikahan pada 26 Agustus 2018 nanti.

Dijadwalkan mau ada acara ke KUA di Blitar untuk proses pernikahan, Senin 30 Juli 2018.

Karli dan istrinya, Sulastri merasa sedih dengan kepergian anak pertamanya dengan cara gantung diri.

Almarhum anaknya dinilai merupakan anak yang baik, meski pendiam.

“Dia (almahum) anak kesayangan saya,” jelas Karli.

Tim Inafis Polrestabes Surabaya dan Unit Reskrim Polsek Tambaksari sudah melakukan olah TKP.

Di kamar kos korban, polisi tidak menemukan benda mencurigakan atau pesan terakhir yang ditulis.

Hanya saja, polisi mengemankan ponsel milik korban yang berada di kamar sebagai barang bukti guna bahan penyidikan. (***)

sumber: tribunnews.com

Loading...
Loading...