Rabu | 16 Oktober 2019 |
×

Pencarian

NEWS

Kisah Tragis Penjual Tahu, Dibunuh Istri karna Cemburu, Alibi Bunuh Diri Jadi Pembunuhan Itu Diungkap Polisi

Selasa | 24 Juli 2018 | 19:52

MEDIAKEPRI.CO.ID, Surabaya – Desy Ayu Indriani, perempuan yang didakwa membunuh suaminya sendiri menggunakan palu, tak bisa mengelak dari keterangan saksi pada sidang di PN Surabaya, Selasa, 24 Juli 2018.

Keterangan saksi semakin menguatkan dakwaan bahwa terdakwa adalah pembunuh suaminya, Fendik Tri Oktasari.

Pada persidangan di PN itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Fathurosyid menghadirkan saksi utama yakni polisi yang menangani kasus ini.

Saksi bernama Aiptu Bambang Hadi Siswanto ini bertutur, ketika polisi datang ke lokasi, dia menemukan posisi Fendik gantung diri, dengan leher terikat tali.

“Namun posisi ini aneh, karena saat ditemukan, kedua tangan korban terikat lakban. Selain itu, jika memang gantung diri, kaki tak menyentuh tanah. Tapi ini posisinya setengah terduduk,” ujarnya.

Setelah diperiksa dan diotopsi, kejanggalan lain adalah ditemukannya memar pada kepala. Memar ini biasanya didapat jika dipukul dengan benda tumpul.

“Dari petunjuk yang ada, maka ini bukan bunuh diri tapi pembunuhan,” katanya.

Kasus ini makin terkuak ketika polisi memeriksa terdakwa. Dari pengakuan Desy, diketahui jika dia memukul suaminya dengan palu seberat 250 gram.

Terdakwa membunuh suaminya karena dibakar rasa cemburu.

“Terdakwa cemburu karena suami yang penjual tahu ini punya WIL,” katanya.

Majelis hakim yang diketuai FX Hanung Dwi lalu meminta jawaban terdakwa atas keterangan saksi, dan dibenarkan Desy. “Iya, benar,” katanya.

Untuk diketahui, polisi dari Polsek Karangpilang menangkap Desy Ayu Indriani. Polisi menangkap terdakwa karena menghabisi korban, namun dengan alibi bunuh diri.

Dari pemeriksaan, diketahui jika korban saat dipukul, posisinya duduk di ruang tengah.

Pertama kali dipukul di bagian kepala kanan, tapi korban tidak melawan. Lantas pukulan kedua dilayangkan Desy dengan kondisi kalap dan pukulannya sangat keras. Pukulan martil itu yang menyebabkan kematian korban Fendik.

Martil yang diamankan di Polsek Karangpilang untuk barang bukti, diambil tersangka di bagian dapur. (***)

sumber: tribunnews.com

Editor :