INTERNASIONAL

Noda Darah dan Gundukan Tanah Jadi Tanda Ditemukannya Satu Keluarga Tewas Mengenaskan dan Mayatnya Dikubur Dibelakang Rumah

Jumat | 03 Agustus 2018 | 14:07

MEDIAKEPRI.CO.ID – Empat anggota keluarga ditemukan tewas secara misterius.

Keluarga tersebut terdiri dari Krishnan (52), istrinya yang bernama Susheela (50), dua anak mereka, Arsha (21) dan Arjun (19).

Jumat, 3 Agustus 2018, jasad keluarga tersebut ditemukan terkubur di halaman belakang rumah mereka.

Peristiwa ini terjadi di Thodupuzha, Idukki, Kerala, India.

Penemuan jasad 4 anggota tersebut berawal dari laporan tetangga mereka ke polisi.

Tetangga menyadari anggota keluarga itu telah menghilang selama empat hari.

Keluarga itu biasanya membeli susu dari tetangga setiap hari, tetapi 2-3 hari belakangan, mereka tak muncul.

Selain itu, koran-koran juga ditinggal selama berhari-hari di depan rumah.

Akhirnya, tetangga mereka pun melapor ke polisi.

Saat melakukan penyelidikan di rumah keluarga itu, polisi menemukan noda darah di dinding dan di lantai.

Setelah memeriksa sekeliling rumah, polisi menemukan gundukan tanah yang tampak baru.

Setelah digali, ternyata empat anggota keluarga itu telah dikubur.

Saat ditemukan, empat mayat itu dalam kondisi mengenaskan.

Mereka menderita luka sayatan dan luka tusuk.

Selain itu, polisi juga menemukan palu dan pisau yang diyakini sebagai alat yang digunakan pelaku menghabisi nyawa korban.

Polisi belum mengetahui motif di balik pembunuhan itu, apalagi anggota keluarga itu tak terlalu dekat dengan tetangga, hanya berinteraksi secukupnya.

“Dari apa yang kami pahami, keluarga itu tidak terlalu ramah dengan tetangga. Jadi, kami masih menyelidiki apa yang telah terjadi pada keluarga ini,” kata seorang petugas kepolisian dikutip dari indianexpress.com.

Namun, Krishnan oleh orang-orang dikenal sebagai ahli nujum dan banyak didatangi oleh orang-orang yang mengendarai mobil mewah.

Polisi juga mengatakan tidak ada tanda-tanda pelaku masuk paksa ke dalam rumah sehingga diduga pelaku dekat dengan korban.

Korban diduga dibunuh di rumah menggunakan pisau dan diseret ke luar untuk dikuburkan.

Selain itu, menurut polisi akhir-akhir ini daerah tersebut sering hujan deras, kemungkinan teriakan minta tolong warga tidak terdengar. (***)

sumber: tribunnews.com

Editor :