RAGAM

Pasca Gempa, Warga Tidur Diluar Rumah Bawa Senjata Tajam, Ternyata Ini Tujuannya

Jumat | 10 Agustus 2018 | 19:20

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lombok – Sejak gempa terjadi di Lombok, banyak masyarakat yang meninggalkan rumah, Mereka banyak mengungsi dan juga menuju ke rumah kerabat atau keluarga.

Bencana alam yang menimbulkan kepanikan masyarakat justru dimanfaatkan oknum tertentu untuk meraup keuntungan. Misalnya dengan mencuri dan sebagainya.

Ni Luh Sulastri yang juga korban gempa saat ditemui Tribun Bali malam tadi, menuturkan kalau warga di sekitar rumahnya juga berjaga-jaga diri atas tindakan tersebut.

Karena ancaman gempa masih tinggi, warga akhirnya tidur di teras-teras rumah untuk menghindari reruntuhan bangunan.

Sementara dengan antisipasi banyaknya pencuri yang berkeliaran memanfaatkan rumah kosong ditinggal penghuni mengungsi, dirinya juga tidur di teras rumah sekalian menjaga diri.

“Masyarakat banyak tidur di teras rumah dengan membentangkan tikar. Karena takut gempa, apalagi tadi siang gempa 6,2 lagi,” kata dia.

Ia juga menjelaskan, ada pihak yang memanfaatkan situasi gempa untuk melakukan kejahatan, seperti mencuri.

Situasi tersebut juga ditanggapi warga dengan menjaga diri masing-masing dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

Ia mengatakan tetangganya bahkan membawa klewang (pedang) dan disimpan di bawah tikar kasurnya.

“Jadi di wilayah seperti Sekarbela, Seraya dan Ampenan itu rawan maling. Motor itu dah, kondisinya. Bapak-bapak itu dia ronda. Tetangga saya, dia simpan klewang di bawah kasur.” kata dia.

Sulastri yang tinggal di Jalan Sriwijaya tepatnya belakang kantor pos Mataram, mengaku motor-motor di daerah-daerah tersebut menjadi sasaran.

“Sekarbela itu motor-motor jadi sasaran. Apalagi kan orang-orang lari semua, rumah dikosongkan. Itu teman saya di Ampenan, pas dia tinggal sebentar trus pulangnya sekitarnya rumahnya sudah ramai. Ternyata tetangganya kejar maling,” jelas Sulastri mengakui. (***)

sumber: tribunnews.com

Editor :