KARIMUN

Polisi Amankan Dua Pelaku Skimming ATM BNI Padimas di Hotel Aston Karimun

Senin | 20 Agustus 2018 | 9:22

MEDIAKEPRI.CO.ID, Karimun – Sat Reskrim Polres menangkap 2 orang warga Negara Malaysia yakni, Tan Yeh Yong dan Yeap Eng Wei pelaku tindak pidana pencurian serta pemalsuan (Skimming) di Anjungan Tunai Mandiri (ATM) BNI Padimas, Ahad, 19 Agustus 2018.

Kasat Reskrim Polres Karimun, AKP Lulik Febyantara menjelaskan, tim opsnal Sat Reskrim Polres Karimun mendapatkan informasi bahwa pelaku tindak pidana pencurian (skimming) sedang melakukan aksinya kembali di wilayah Karimun.

BACA: Diduga Dipasangi Alat Skimming, Pihak Bank BNI Himbau Masyarakat Karimun Agar tidak Bertransaksi Di Dua ATM Ini

BACA: Penjelasan BNI Syariah Terkait Skimming

Setelah itu berkoordinasi dengan pihak BNI Cabang Tanjung Balai Karimun untuk mengetahui ATM mana saja yang diduga sedang digunakan oleh para pelaku.

“Setelah kita mendapat laporan dan berkoordinasi dengan pihak BNI cabang Karimun, tim kami langsung mendeteksi ATM Padimas (depan Hotel Aston) dan mengetahui keberadaan pelaku sedang berada di kamar nomor 6615 dan 6605 Hotel Aston Karimun,” ujar Lulik, Ahad. 19 Agustus 2018 sore.

Lulik mengatakan, setelah itu tim melakukan penggeledahan di kamar kedua pelaku tersebut dan ditemukan sejumlah barang bukti yang diduga dipakai untuk melakukan kejahatannya serta uang tunai.

“Setelah dilakukan penggeledahan kamar, kami mengamankan para pelaku dan sejumlah barang bukti lainnya. Kemudian melakukan introgasi terhadap kedua pelaku dan pelaku mengakui perbuatannya telah melakukan kejahatan skimming terhadap nasabah Bank BNI di Indonesia,” katanya.

Lulik menambahkan, kasus ini karena adanya korban dalam hal ini BNI Karimun pada awal Agustus 2018 lalu mendapat pengaduan/komplain dari beberapa nasabah di Kabupaten Karimun bahwa nasabah tidak pernah melakukan transaksi tarik tunai di Negara Malaysia namun pada print out buku tabungan nampak transaksi di Malaysia.

“Setelah ditelusuri ternyata ada orang lain yang melakukan transaksi dimesin ATM namun menggunakan kartu ATM lain yang berisi data korban/nasabah. Atas kejadian tersebut Korban dirugikan ratusan juta rupiah,” tambahnya. (***)

sumber: lendoot.com

Editor :