Selasa | 19 Januari 2021 |
×

Pencarian

RILIS

300 Jamaah Haji Indonesia Ajukan Pulang Cepat, Ada Apa?

MEDIAKEPRI.CO.ID, Makkah – Rangkaian ibadah haji di Tanah Suci selesai dengan ditandai berakhirnya prosesi pelontaran jumrah di Mina. Jamaah haji dari seluruh dunia diharapkan menjadi haji mabrur dan selamat sampai di kampung halaman masing-masing.

Dengan selesainya prosesi ibadah tersebut, ternyata banyak jamaah haji khususnya dari Indonesia mengajukan diri agar cepat-cepat pulang ke Tanah Air. Tercatat sebanyak 300 jamaah haji Indonesia mengajukan tanazul (pulang cepat) karena sejumlah alasan. Dokumen mereka kini diproses oleh petugas Kantor Urusan Haji (KUH) Daerah Kerja (Daker) Makkah.

Loading...

“Hingga sebelum wukuf kami mencatat sudah ada sebanyak itu ya. Kemungkinan ada penambahan,” kata Kepala Daker Makkah Endang Jumali di Syisyah Makkah, Arab Saudi, seperti dilansir website resmi Kemenag, Jumat, 24 Agustus 2018.

Ada beberapa alasan yang mengharuskan jamaah mengajukan percepatan jadwal pulang ke Tanah Air. Pertama karena pisah rombongan. Misalnya, ada 25 orang anggota kelompok terbang tertentu terpisah dari rombongannya saat berangkat dari Tanah Air.

Jadwal pulang mereka dipastikan akan lebih dahulu diproses untuk tanazul. “Digabungkan dengan kelompok terbang dan rombongan asalnya,” kata Endang.

Kedua, jamaah yang mengalami gangguan kesehatan. Mereka membutuhkan perawatan lanjutan di Tanah Air sehingga boleh mengajukan tanazul. Namun, sebelum berangkat, jamaah tersebut harus mendapatkan persetujuan tim medis yang menyatakan dirinya mampu dan layak terbang.

Loading...

Berikutnya adalah urusan dinas. Biasanya adalah mereka yang tergabung dalam tim pemandu haji daerah (TPHD). Pengajuan mereka pun akan diseleksi dan diverifikasi lebih lanjut. Tak semua TPHD bisa mengajukan percepatan pemulangan ke Tanah Air.

TPHD, kata Endang, harus menunjukkan bukti undangan pelantikan atau pun surat keterangan dari atasannya tentang pemrosesan laporan keuangan. Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) memaklumi soal laporan keuangan, karena hanya penyusunan tersebut yang mengetahui seluk-beluknya. Endang memastikan mereka dapat dipulangkan lebih dahulu.

Namun, kebanyakan jamaah tanazul adalah mereka yang terpisah rombongan. Sedangkan jamaah sakit atau jamaah yang mempunyai urusan dinas tidak sebanyak yang pertama.

“Kami masih mendata. Urusan satu ini harus betul-betul kita seleksi ketat. Tidak sembarang orang bisa mengajukan tanazul,” kata Endang.

Endang menjelaskan, setelah dokumen diajukan, petugas daker akan memverifikasi data berdasarkan persyaratan yang sudah ditetapkan. Setelah itu dokumen diajukan kepada maktab. Petugas kemudian mencarikan tiket pesawat. (***)

Sumber :  Kemenag RI

Loading...
Loading...