Kamis | 24 Oktober 2019 |
×

Pencarian

OPINI

Partisipasi Politik Aktif 2019

Selasa | 14 Agustus 2018 | 9:31

Oleh: Amir

Indonesia, atau lebih dikenal dengan dengan sebutan Negara kesatuan Republik Indonesia adalah Negara besar di kawasan Asia Tenggara yang dilintasi oleh garis khatulistiwa dan berada di antara daratan benua Asia dan Australia. Serta berada di di samudra Pasifik dan Samudra Hindia.

Indonesia juga dikenal sebagai Negara kepulauan terbesar di dunia yang terdiri sekitar dari 17.504 pulau. Dengan populasi sekitar 270.054.853 juta jiwa berpenduduk berada diperingkat keempat di dunia dan berpenduduk Muslim terbesar di dunia. Data diatas menunjukkan bahwa Indonesia adalah Negara besar yang harus mempunyai kemampuan besar.

Sebagai warga Negara Indonesia dari kalangan apapun berhak menjadi calon pemimpin baik legislatif, eksekutif dan yudikatif. Mengacu kepada Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 10 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas Undang-Undang Nomor 1 tahun 2015 penetapan peraturan pemerintah pengganti undang-undang nomor 1 tahun 2014 tentang pemilihan gubernur, bupati, dan walikota, pasal 7 “setiap warga Negara Indonesia berhak mendapatkan kesempatan yang sama untuk mencalonkan diri dan dicalonkan”. Dalam hal ini tentu calon pimpinan diperbolehkan selama yang bersangkutan tidak melanggar aturan yang ada dan memenuhi persyaratan yang dibutuhkan.

Indonesia yang terdiri dari 8.490 kelurahan, 74.957 desa, 7.094 Kecamatan, 416 Kabupaten, 98 Kotamadya, dan Propensi 34, menginginkan kepemimpinan yang mampu mensejahterakan masyarakat secara umum, berkapasitas yang mempuni untuk menjadi pemimpin masa depan, dan memadai baik pengalaman dan jam terbang yang tinggi, selain itu tidak kalah pentingnya pemimpin yang jujur adalah harapan yang sebenarnya, sosok yang dikenal, disukai, dan dipilih menjadi barometer utama untuk memenangi kontestasi 2019 ini, baik calon legeslatif tingkat kab/kota, propensi, pusat hingga pemilihan presiden dan wakil presiden.

Persaingan yang semakin berat membuat para calon pemimpin harus semakin kreatif, inovatif dan produktif, disisi lain kontestasi perebutan kursi yang direbutkan untuk tahun 2019 DPR RI, jumlah kursi ditetapkan bertambah 15, dari 560 kursi menjadi 575 kursi. Tahun “2014 ada 77 dapil, kemudian 2019 ada 80 dapil dengan jumlah kursi di DPR RI, dari 560 menjadi 575,” Kemudian pada DPRD tingkat Provinsi ditetapkan bertambah 95 kursi, dengan penambahan 13 daerah pemilihan yang sebelumnya 259 menjadi 272 dapil. “Jumlah kursi anggota DPRD Provinsi ini bertambah juga dari 2114 menjadi 2207 dan untuk anggota DPRD tingkat Kabupaten/Kota juga ditetapkan bertambah sebanyak 715 kursi. Jumlah tersebut mengikuti bertambahnya daerah pilih yang sebelumnya 2.102 menjadi 2.206 dapil. “Jumlah kursi DPRD kabupaten/kota juga bertambah cukup signifikan dari 16.895 menjadi 17.610,”. (Sumber:https://www.merdeka.com)

Strategi parpol untuk pemenangan kandidat jau jau hari sudah digemakan untuk mendulang sura terbanyak di 2019, kendati sedemikan masyarakat juga dipusingkan dengan adanya teka teki pemimpin masa depan Indonesia. program yang ditawarkan kandidat mungkin belum waktunya atau mungkin juga belum tau program yang sejatinya harus sesuai dan mendapat respon serta apresiasi yang tinggi dari masyarakat. Kemampuan pemimpin 2019 harus mampu berjuang dalam menangani berbagai masalah yang dihadapi bangsa, tentu yang berdidikasi tinggi untuk menyelesaikan semua tugas dan tanggung jawab, karena berkaca kepada Negara besar seprti USA dalam kontestasi pemilihan presiden selalu menjadi isu tersendiri, indonesiapun sama dalam menjungjung tinggi citra bangsa karena presidenlah yang menjadi salah satu panutan pemimpin identitas Negara

Selain figur yang dijagokan mempuni ditataran praktis dalam implementasinya kesiapan tim sukses yang solid, professional, memahami keadaan, menjadi pilihan alternatif yang yang sangat tepat untuk memastikan pemilih yang menjadi sasaran utama, juga perlu kiranya dipahami pemilih atau pendukung yang biasa kita kenal terdapat tiga dukungan; 1. Pendukung yang berasal dari basis massa yaitu pendukung fanatik yang tidak mau berubah pilihannya, 2. Pendukung Partisan yaitu pendukung yang kemungkinan bisa berubah karena dipengaruhi oleh beberapa faktor atau tawaran tertentu, 3. Pendukung mengambang yaitu pendukung yang belum memutuskan suaranya akan diberikan kepada siapa.

Point paling paling penting masyarakat dalam politik aktif 2019 ini tidak lain karena menjaga martabat bangsa yang seutuhnya, mengingnkan pemimpin yang berwibawa, karismatik, pekerja keras, dan mampu melobi isu isu internasional agar bangsa besar ini juga diperhitungkan dunia, terlepas siapa saja yang menjadi pemimpin sebenarnya harapan masyarakat sudah terjawab ketika kesejahteraan semakin tinggi, kasus koropsi semakin berkurang, pendidikan semakin merata, kesehatan semakin baik, dan yang pasti mata dunia sudah berpusat kepada bengsa besar ini.*

Mahasiswa S2, Universitas Negeri Malang, Jawa Timur

Editor :