Selasa | 04 Agustus 2020 |
×

Pencarian

BATAM

Walikota Batam dan Wakil Akan Turun ke Jalan Galang Bantuan untuk Lombok

MEDIAKEPRI.CO.ID, BATAM – Wali Kota Batam Muhammad Rudi dan Wakil Walikota, Amsakar Achmad, rencananya akan turun ke jalan, menggalang dana masyarakat untuk para korban gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). “Kami akan berdiri di simpang minta sumbangan ke masyarakat,” kata Rudi di kantornya, Selasa, 28 Agustus 2018.

Rudi mengajak seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Aparatur Sipil Negara (ASN) dan juga mahasiswa untuk melakukan aksi sosial ini. Ia mengatakan, Pemerintah Kota (Pemko) Batam tidak bisa memberikan bantuan dengan mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Karena untuk penggunaan kas daerah harus melalui persetujuan DPRD.

Loading...

Sementara itu, Menteri Sosial Republik Indonesia Agus Gumiwang Kartasasmita yang sedang berada di Batam dalam sebuah acara mengatakan, kini sudah ada 17 daerah yang turut membantu dampak Gempa Lombok. Bantuan daerah ini sebagai tindak lanjut Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 977/6131/Sj dan 977/6132/Sj tanggal 20 Agustus 2018. Surat tersebut meminta pemerintah daerah beri bantuan untuk Lombok, gunakan APBD masing-masing dengan mempertimbangkan kemampuan daerah.

“Ada 17 daerah yang sudah bantu. Tapi, besarannya saya tidak hafal,” kata Agus.

Menurut Agus, penanganan dampak gempa Lombok ini sudah memasuki tahap RR (rekonstruksi dan rehabilitasi). Pemerintah menargetkan pembangunan fisik pasca bencana seperti sekolah, rumah sakit dan jalan, diharapkan akan selesai pada Agustus 2019 mendatang.

Khusus pembangunan perumahan warga, kata Agus, akan dilakukan lebih cepat. Keputusan ini didasarkan kepada keharusan warga kembali ke rumah masing-masing. Karena pemerintah sadar bahwa terlalu lama di pengungsian juga tidak baik bagi warga.

Loading...

“Tempat tinggal didahulukan, nantinya akan jauh lebih cepat. Kalau kelamaan di tenda juga tidak sehat, apalagi ini musim hujan,” ujarnya.

“Percepatan pembangunan dalam proses RR ini juga akan melibatkan korban. Artinya pemerintah menyiapkan dana, sedangkan proses pembangunannya dilakukan oleh masyarakat. Ini semangat yang ingin dibangun oleh pemerintah untuk mendorong peran para korban. Kita bersama-sama membangun rumah mereka,” pungkasnya. (mcb)

Loading...
Loading...