TANJUNG PINANG

“Tanda-tanda Bertuah Bagi Kepri” Jaksa Agung Dianugerahi Gelar ‘Datok Wira Amar Adiwangsa’

Senin | 24 September 2018 | 8:23

MEDIAKEPRI.CO.ID, Tanjungpinang – Jaksa Agung RI HM Prasetyo mendapat gelar kebesaran dari Lembaga Adat Melayu (LAM) Kepri. Penabalan Gelar Adat “Datok Wira Amar Adiwangsa” kepada Dr.(Hc) HM Prasetyo SH dilaksanakan di Gedung Daerah, Tanjungpinang, Sabtu, 22 September 2018 malam.

Terhadap gelar adat ini, Jaksa Agung HM Prasetyo mengatakan ini adalah sejarah paling bahagia dia bersama pasangannya. Karena diberi amanah menjadi keluarga besar masyarakat Melayu Kepulauan Riau.

“Sesuatu suka cita saya bersama istri, ini menjadi kesan yang tak terlupakan bagi saya,” kata Prasetyo.

Begitu juga rombongan sangat berkesan terhadap tanah Melayu Kepulauan Riau ini.

Seperti Gurindam Duabelas yang sangat besar makna dan kaedah kaedah yang bijak dan mulia baik agama, budi pekerti dan pesan karomah.

Dalam kesempatan tersebut, Jaksa Agung juga membaca beberapa bait gurindam yang sangat tersohor di muka bumi, dimana sangat dalam makna dan pesannya.

“Inilah yang menjadi perenungan saya. Karena karya ini bukan saja alunan tapi makna problematika kehidupan yang sangat keras, dengan menyentuh hati yang sangat dalam,” pesan Prasetyo.

Jaksa Agung menambahkan bahwa Adat istiadat Melayu memang sederhana dan bersahaja tapi sangat mempersona membuat kebesaran dan keagungan sangat lah terpancar di Kepulauan Riau ini.

“Sangat lah menakjubkan dan memukau saya dan rombongan ketika menginjak kan kaki pertama kali di tanah Melayu Kepri,” kata Prasetyo.

Dalam pasa itu, Gubernur H Nurdin Basirun mengatakan kegiatan penabalan gelar kebesaran ini adalah momen yang sakral serta bertujuan menjadi acuan dan insan yang dipercaya kedepan agar Kepulauan Riau dapat lebih baik dan maju bersamaan dengan hajat yang besar.

“Inilah tanda-tanda bertuah bagi Kepri, dipilihnya Jaksa Agung untuk datang ke bumi Melayu ini bersamaan dengan HUT Kepri ke-16,” ungkap Nurdin.

Gubernur sendiri hadir bersama Istri Hj Noor Lizah Nurdin Basirun, Wakil Gubernur H Isdianto beserta Istri Hj Rosmery Isdianto, Sekretaris Daerah H TS Arif Fadillah berserta Istri Hj Rismarini Arif Fadillah, Kajati Kepri Asri Agung Putra, Bupati Natuna Hamid Rizal, FKPD dan Kepala OPD, Jajaran Lembaga Adat Melayu, beserta tamu undangan lainnya.

Menurut Nurdin, dengan penabalan ini Jaksa Agung akan menjadi bagian dari masyarakat Melayu Kepri, yang sudah berkontribusi untuk kemajuan negeri ini, tentu menjadi yang sangat dibanggakan.

“Dalam rangkaian kegiatan Jaksa Agung, beliau sempatkan membantu saudara-saudara kita dengan mengadakan bhakti sosial yakni oprasi katarak,” lanjut Nurdin.

Dikesempatan ini, Gubernur meminta kepada Jaksa Agung agar dapat membantu ke para stakeholder di pusat untuk menjembatani permintaan yang sudah diajukan oleh Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau.

Apalagi dalam Nawacita Presiden yang akan menjadikan Indonesia poros maritim dunia, disini Gubernur sampaikan bahwa perlunya undang undang daerah kepulauan. Apalagi, Kepri mendapat kepercayaan memimpin bebebrapa daerah Kepulauan. maka harapan yang besar agar undang undang tersebut sudah bisa di sahkan tahun 2019 ini.

“Kami ingin bapak membantu, agar masyarakat Kepri sejahtera. Dengan ini kami meminta kepada bapak agar mau memperjuangkan pembangunan jembatan Bintan – Batam dan Undang Undang Daerah Kepulauan, anggap lah adek meminta kepada abangnya”, tutup Nurdin.

Memimpin penabalan, Ketua LAM Kepri H Abdul Razak menyampaikan masyarakat kepri yang dalam kesempatan ini bersamaan HUT kepri ke 16, terima kasih atas kehadiran yang di tunggu tunggu. Apa lagi banyaknya umat melanggar rasuah rasuah dan norma norma yang tidak baik.

“Dalam hal ini LAM melihat bahwa kejaksaan yang di pimpin jaksa agung dapat memperkecil tindak pidana yang rendah, agar ini kedepannya menciptakan yang aman dan terkendali. Dan banyak menyelamatkan kekayaan negara sampai teriliyun rupiah, dan ini menjadi perhatian khusus LAM terhadap kerja bagus kejaksaan,” kata Razak.

LAM juga mengapreasiasi setinggi tingginya dangan berkesempatan datang ke negeri Melayu dengan mengikuti HUT kepri ke 16 dan melaksanakan bhakti sosial oprasi katarak dimana sebanyak 300 orang lebih.

“Ini adalah hadiah pada HUT Kepri ke 16, mari kita sokong dan bantu bersama sama membasmi rasuah rasuah. Sudah sepantas nya memberi penabalan gelar kebesaran adat melayu, yang mana menjadi seri dan tuah di kepri”, kata Razak.

Penabalan sendiri berlangsung dengan khidmat, diawali dengan pembacaan warkah petuah istiadat 12 Muharram 1440 H berdasarkan SK Nomor 14 Tahun 2018, kemudian pemasangan tanjak oleh Ketua LAM Kepri, dilanjutkan dengan pemasangan selempang oleh Gubernur Kepri dan ditutup dengan pemasangan keris oleh Wakil Gubernur Kepri. (***)

sumber: humaskepri.id

Editor :