Selasa | 15 Oktober 2019 |
×

Pencarian

Kandidatku tuk Bupati dan Wakil Bupati Natuna

NATUNA

Pertama Kali Diselenggarakan, Ratusan Santri TPQ di Kabupaten Natuna Hadiri Tabliq Akbar Tahun Baru Islam 1440 H

Senin | 17 September 2018 | 20:05

MEDIAKEPRI.CO.ID, Natuna – Dalam rangka memeriahkan pergantian Tahun Baru Islam 1440 H / 2018 M, Santriwan dan Santriwati Taman Pendidikan Al-qur’an (TPQ) di Kabupaten Natuna, menghadiri acara Tabliq Akbar yang diselenggarakan di Masjid Al-Jamik Kelurahan Ranai Kota, Ahad, 16 September 2018.

Menurut Ketua BMG-TPQ Kabupaten Natuna Dedi Maryanto sekaligus sebagai Ketua Panitia acara Tabliq Akbar menyampaikan, Tabliq Akbar tersebut, pertama kali diselenggarakan oleh Badan Musyawarah Guru (BMG-TPQ) Kabupaten Natuna.

Acara ini bertujuan agar anak -anak lebih mengenal apa itu tahun Islam. Sebab kata Dedi, tidak sedikit orang islam sendiri yang tidak tau kapan itu datangnya tahun baru islam. Inilah pentingnya kita selalu memperingati sejarah tahun baru islam, papar Dedi.

Sambung dedi, bahwa makmur suatu negeri sebab banyaknya masyarakatnya yang bersyukur, Menegakkan Sholat dan Membaca Al-quran.

“Jadi dua miliar, atau dua triliun pun uang yang digelontorkan oleh pemerintah untuk hal-hal yang bersifat duniawi, belum tentu dapat merubah nasib bangsa ini. Namun, kalau doa- doa anak-anak Sholeh dan Sholeha Insya’Allah akan dapat menembus langit dan bumi ini. Oleh sebab itu marilah kita semua menjaga anak-anak, antarkalah mereka dalam menuntut ilmu seperti menulis dan membaca Al-quran di TPQ terdekat di sekitar kita,”pesan Dedi.

Acara tersebut juga disisi oleh Ustad H. Tirta Yasa, S. Ag. Turut hadir Kepala Kemenag Kabupaten Natuna Drs. Ahmad Husaen, Ketua DPRD Natuna Yusri Pandi, Ketua BMG-TPQ Kabupaten Natuna Dedi Maryanto, S. Pd.I, Wakil Ketua H. Sholat, S. Ag, Ketua BMG Kecamatan Bunguran Selatan, Agustri, Kepala serta Ustad dan Ustadzah TPQ Se- Natuna dan Ribuan Santri TPQ.

Pantauan media ini dilapangan lokasi acara berlangsung di Masjid Al-jami’ Ranai, sangat disayangkan sebab dari pihak Pemerintah Daerah Kabupaten Natuna ataupun perwakilan tidak nampak hadir pada acara tersebut, meskipun pihak panitia dari BMG menyebut sudah mengundang.

Sementara itu, Kepala Kemenag Ahmad Husaen, dalam sambutanya mengatakan, pihak Kemenag sangat memberikan apresiasi atas acara yang dimotori oleh BMG-TPQ Kabupaten Natuna.

Anak- anak santri TPQ ini, kata Ahmad Husen, adalah aset kita, aset orang tua yang harus kita jaga dan pelihara bersama.

“Inilah generasi penerus kita kedepan, yang akan meneruskan menjadi imam, yang akan jadi pengurus islam kedepan, bahkan yang menggantikan para pejabat yang ada saat ini,”ujar Ahmad Husaen.

Ustad H. Tirta Yasa, pada ceramahnya juga menyampaikan, untuk orang tua Santri yang hadir, akan ditanya dikubur apabila anak Adam sudah meninggal, tidak Malaikat menanyakan Eselon berapa? Apa jabatan, berapa Mobil dan berapa banyak hartamu, itu tidak ditanya sedikitpun oleh malaikat, selain amal ibadah yang engkau kerjakan di dunia. “terang Tirta.

Oleh sebab itu, marilah kita upaya kan anak – anak kita untuk menjadi anak-anak yang Sholeh dan solehah. Rajin sholat, pandai baca Al-Qur’an.

Kepada ibu dan bapak orang tua santri jangan sampai kita kalau untuk les bahasan Inggris, Komputer dan lainya kita berani bayar iuran Rp. 100 ribu. Terapi giliran bayar iyuran Mengaji di TPQ Rp. 20 Ribu, Bapak dan Ibu berat.

Bahkan nunggu 5 bulan, lansung suruh anak kita berhenti dari TPQ. Ilmu yang dipelajari anak di TPQ inilah nantinya yang akan membantu anak anak kita serta tuanya kelak dari ancaman api neraka.

Sebab selain amal ibadah kita, do’a anak Sholeh dan Sholehahlah yang diharapkan orang tua kalau sudah meninggal dunia aku,”terang ustad Titayasa. (kmg)

Editor :