RAGAM

Gak Nyangka Permen Berbentuk Lipstik Itu Diduga Renggut Nyawa Anak SD, Ini Ceritanya

Kamis | 04 Oktober 2018 | 15:39

MEDIAKEPRI.CO.ID, Cilacap – Duka mendalam masih dirasakan keluarga Zahira Ivana Yasmin (7), siswi kelas 1 SD Negeri Sidakaya 09 Cilacap. Nana, demikian dia akrab disapa, meninggal dengan dugaan keracunan permen stik yang dibeli dari pedagang keliling. Begini cerita dari keluarga.

Pada Kamis, 27 September 2018 pagi, Nana masih terlihat sehat dan selanjutnya diantar ayahnya ke sekolah. Nana dijemputnya ibunya, Hera Widyasari (36) sekitar pukul 10.00 WIB. Pada saat dijemput itulah, Nana membeli dua buah permen stik dari pedagang keliling di luar kompleks sekolahnya.

“Di depan sekolahan kan banyak tukang jualan. Yang jualan permen cuma satu, permen stik seperti lipstik bentuknya. (Cara membukanya) persis seperti lipstik, dibuka, diputer dia keluar seperti jelly lalu dihisap,” papar Siti Halimah (55), nenek Nana, kepada detikcom di rumah keluarga di Jalan S Parman Gang I RT 01 RW 03 Kelurahan Sidanegara, Cilacap Tengah, Cilacap, Kamis, 4 Oktober 2018.

“Adiknya juga dikasih, dia warna oranye, adiknya warna biru. Saat (akan) dimakan, permen punya adiknya sulit dibukanya, sedangkan punya Nana gampang dibuka,” lanjutnya.

Sebelum pulang, bersama ibu dan adiknya, Nana sempat keliling untuk melihat ekspo yang digelar tidak jauh dari sekolah. Bahkan sempat membeli jajanan bakso dan sempol bersama ibunya.

“Ke ekspo cuma sebentar, terus pulang. Permen punya adiknya digigit tapi tidak jadi dimakan, lalu dibuang. Nah (permen) si Nana itu dibawa pulang. Saat sampai d irumah, dia mengeluhkan sakit perut. Saat akan ganti baju, Nana mengalami muntah dan menangis,” ujar Siti.

Sekitar pukul 13.00 WIB, Nana kembali muntah yang kedua. Nana kemudian tiduran sambil menunggu ayahnya pulang kerja hingga sore. Bahkan saat malam akan dibawa berobat, Nana masih tidur, tapi badannya sudah mulai mengalami demam.

Nana baru dibawa ke ke dokter pada Jumat, 28 September 2018 pagi. Usai berobat, kondisi Nana semakin memburuk. Dia mengalami kejang dengan bibir membiru. Dia segera dilarikan ke RSUD Cilacap. Beberapa saat setelah dirawat, Nana dinyatakan telah dalam kondisi koma. Akhirnya nyawa Nana tidak bisa lagi tertolong. Dia meninggal pada pukul 20.00 WIB.

Setelah Nana meninggal, para orang tua siswa baru banyak yang menceritakan bahwa anaknya juga pernah mengalami gejala awal seperti yang dialami Nana ketika mengonsumsi permen stik yang dijual di luar lingkungan sekolah.

“Setelah kejadian Nana meninggal, ternyata orang tua siswa lain baru ngomong anaknya pernah opname sampai 3 hari karena memakan (permen stik) itu. Ada 3 anak yang cerita dan mengalami gejala lemes, pusing dan mual-mual,” ungkapnya. (***)

sumber: detik.com

Editor :